Peserta Ujian Semester-an Mengisi Lembar Jawaban

Suasana keseriusan dan penuh khidmat di kelas ruang ujian pada Ujian Semester Ganjil Tahun 2016.

Para Teachers Ceria dan Semangat dalam Membimbing Belajar

Para Teachers siap memberikan arahan, bimbingan pembelajaran kapan dan dimanapun, di kelas maupun di jam pelajaran.

Apresiasi Peserta Didik dalam Pembelajaran di Ruang Kelas Bersama Teachers

Anak didik tidak merasakan lelah, kebosanan dengan metode pembelajaran yang Active Learning dari para Teacher berpengalaman.

Pendampingan Siswa/i dalam Kegiatan Pembelajaran

Pendampingan terhadap anak didik yang diberikan Teachers merupakan kunci sukses dalam pembelajaran di BIC.

Keharmonisan Para Teacher dengan Sesama Tenaga Pendidik

Menjaga solidaritas dan harmonisasi sesama Tenaga Pendidik sangat memungkinkan berefek baik pada Peserta Didik.

Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Maret 2017

Bacalah Raport Sendiri Sebelum Raport Orang Lain

Suatu ketika Syekh Jalaluddin Rumi ditanya seseorang tentang keadaan manusia :

1#. Manusia rajin sekali ibadahnya, namun sombong, angkuh dan selalu merasa suci.

2#. Manusia yang tak pernah ibadah, namun perangainya begitu baik, rendah hati, santun, lembut dan cinta dengan sesama.

Lalu Sang Guru Sufi menjawab: "Keduanya baik ;

Yang Pertama, boleh jadi suatu saat si ahli ibadah yang sombong menemukan kesadaran tentang akhlaknya yang buruk dan dia bertaubat lalu ia akan menjadi pribadi yang baik lahir dan batinnya.

Dan yang Kedua, bisa jadi sebab kebaikan hati-nya, Allah akan menurunkan Hidayah lalu ia menjadi ahli ibadah yang juga Memiliki kebaikan lahir dan batin."

Kemudian orang tersebut bertanya lagi, "Lalu siapa yang tidak baik kalau begitu?"

Syekh Jallaluddin Rumi menjawab :

"Yang tidak baik adalah kita,
orang ketiga yang selalu
mampu Menilai orang lain
secara RINCI, namun ternyata
LALAI untuk menilai Diri Sendiri"

Nilailah diri sendiri, sudah baikkah atau belum! Sebelum membacakan raport orang lain, bacalah raport diri sendiri.

Hedonik Treadmill

Hedonik berasal dari kata hedonism. Hedonisme merupakan paham, sudut pandang atau pola pikir manusia yang menitikberatkan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup manusia. Sedangkan treadmill adalah alat atau mesin elektronik yang biasa terdapat di tempat gym digunakan untuk berlari-lari sedang di tempat yang sama, semakin tinggi kecepatan yang anda inginkan maka semakin kencang juga kecepatan berlari di alat lari tersebut.

Jadi, hedonik treadmill dapat diartikan semakin tinggi pencapaian income, upah atau pemasukan berbanding lurus dengan keinginan pengeluaran dan gaya hidup.

Sebagai contoh, ketika anda baru lulus sekolah SMU kemudian bekerja untuk pertama kali di sebuah perusahaan dengan gaji 1.5 juta perbulan, anda akan merasa senang sekali dan mungkin bahagia, anda bisa membeli atau kredit motor yang diidam-idamkan.

Beberapa bulan kemudian gaji anda naik jadi 3 juta perbulan, anda akan merasa ada yang kurang dan perlu membeli peralatan elektronik rumah seperti kulkas, tv, mesin cuci, laptop dan hp baru. Dengan begitu anda akan merasa senang sekali menikmati hidup.

Beberapa bulan kemudian gaji anda naik jadi 6 juta perbulan, di saat itu anda akan merasa ada yang kurang lagi dan merasa perlu merenovasi rumah atau membangun yang baru. Anda akan merasa bahagia dengan rumah baru dengan diisi peralatan elektronik lengkap di dalamnya dan kendaraan terparkir di garasi.

Tidak lama beberapa bulan kemudian gaji anda naik lagi jadi 15 juta perbulan. Di saat itu anda akan merasa ada yang belum lengkap dengan kendaraan anda karena jika hujan kehujanan, bila panas kepanasan, disitulah anda menginginkan membeli mobil avanza. Dan ketika gaji anda naik 30 juta anda ingin naik toyota alphard, dan begitulah seterusnya.

Nah itu artinya berapapun income, gaji, upah atau pemasukan akan sama habisnya, mengikuti nafsu keinginan yang mana tidak mengubah kesenangan, kebahagiaan dan ketenangan hati, bahkan selalu diliputi hawa nafsu untuk mengejar dan menambah pundi-pundi kekayaan lagi dan lagi. Mengejar kesenangan tersebut tiada berujung selamanya. Bila segala keinginan dia pun sudah terpenuhi segalanya, ia akan berusaha mengumpul-ngumpul dan menumpuknya untuk anak, saudara dan keturunannya. Itulah yang dinamakan hedonik treadmill.

Bila sudah demikian maka segeralah beristighfar. Anda sudah melewati batas, gunakan harta, pendapatan, income anda seperlunya saja dan untuk berbagi kepada sesama.

Barang siapa menginfaqkan hartanya di jalan Allah niscaya Allah akan menggantinya dengan pahala-pahala yang berlipat-lipat ganda.

Harta yang tidak digunakan dalam kebaikan itu hanya kesenangan yang menipu  permisalannya seperti :

الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖكَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ

"Harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur." (QS. Alhadid: 20)

Yakinlah bahwa mengejar dunia dan kesengan di dalamnya, harta kekayaan yang melimpah tidak akan ada habisnya. Gantilah kebahagiaan di dunia dengan kebahagiaan berkumpul bersama keluarga di SurgaNya kelak. Gunakan amanah harta yang diberikan Allah kepada kita dinafkahkan dalam rangka Ibadah. Ingatlah harta atau kekayaan adalah unjian begitu juga kemiskinan.

Kesenangan di dunia tiada yang abadi. Di akhiratlah kelak kebahagiaan sesungguhnya, abadi selamanya.

PERBEDAAN QAILULAH, HAILULAH DAN 'AILULAH

HAILULAH
adalah tidur sehabis melaksanakan sholat subuh, dinamakan demikian karena tidur tersebut dapat menghalangimu dari rejeki yang ALLAH SWT tebar pads waktu pagi hari.

QAILULAH
adalah tidur SEBELUM melakukan sholat dhuhur sekitar 26 - 30 menit sebelum dikumandangkannya adzan dhuhur, tidur jenis ini sangat bemanfaat dan sangat dianjurkan oleh Nabi Saw.

Ketika musim panas rasulullah tidur sebelum Dzuhur dan ketika musim dingin beliau Nabi Muhammad tidur setelah dzhuhur

'AILULAH
adalah tidur sehabis melakukan sholat ashar,  tidur jenis satu ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya adalah : sesak napas dan murung dan gelisah.

Sabtu, 04 Maret 2017

Allah Pasti Mengabulkan Doa Hamba

‎. وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚإِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS. Ghofir : 60)

Guru saya pernah bercerita bahwa suatu hari dia ngajak jalan istri dan anaknya ke sebuah restoran, dan ketika tiba di sebuah restoran tibalah guru saya ini memesan nasi goreng ekstra pedas, ketika makanan sudah dihidangkan di depan mata dan sang anak melihat guru saya sangat menikmati makanannya, anaknya pun merengek, "yah, minta dong yah, itu nasi gorengnya, kelihatannya enak."

Walhasil karena iba seorang ayah, dikasihlah setengah sendok biar nyicipin nasgornya, dan belum juga makanan tersebut masuk ke dalam perut rasa pedasnya udah keluar, "kok pedes banget ya yah?" kata putra beliau".

Hikmah yang dapat kita petik dari peristiwa di atas, bahwa bila mana Allaah SWT belum memberikan apa yg kita rengek kepada-Nya bukan berarti Allah tidak mengabulkan permintaan kita atau doa-dia kita, namun kebijakan Allah-lah yang terjadi. Mungkin kita belum pantas, belum siap, untuk menerima anugerah tersebut.

Seolah Allah mengatakan, "Hai hamba-Ku, Aku tidak perkenankan permintaan-Mu karena yang kau minta bukanlah yang terbaik bagimu, atau belum pantas kau memilikinya".

Jadi, berhusnudzanlah kepada-Nya. Suatu saat bila kita telah pantas memilkinya Allah swt pasti memberikannya tanpa diminta. Maka, yang perlu kita lakukan adalah memantaskan diri.

Pantaskan dirimu menjadi yang kamu inginkan. Raih ilmunya pada "hal" yang kamu maksudkan. Ushakan dengan sekeras kemampuanmu sehingga kamu tidak pantas pada keadaanmu sekarang.

Rasul kita nabi Muhammad SAW bersabda:

‎ما من رجل يدعو بدعاء إلا استجيب له، فإما أن يعجل له في الدنيا، وإما أن يدخر له في الآخرة، وإما أن يكفر عنه من ذنوبه بقدر ما دعا، ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم، أو يستعجل. قالوا: يا رسول الله وكيف يستعجل؟ قال: يقول: دعوت ربي فما استجاب لي.رواه أحمد والترمذي.

"Tidaklah seseorang memanjatkan doa melainkan Allah akan mengabulkannya, (1) bisa jadi Allah kabulkan (hadirkan) permintaan tersebut ketika di dunia, dan (2) bisa jadi Allah simpan doa itu untuk Dia berikan padaNya ketika di akhirat kelak, atau (3) bisa jadi Allah hapuskan dosa-dosanya sepadan dengan doa-doa yang ia panjatkan, selama tidak memohonkan sesuatu yang menjerumuskan ke dalam dosa atau pemutusan tali silaturrahim, atau ia tergesa-gesa. Mereka (para sahabat) pun bertanya: dan seperti apakah tergesa-gesa (dalam doa) itu: beliau bersabda : ia (yg berdoa) berkata: aku udah berdoa tapi Allah tidak mengabulkan permohonanku. (HR. Ahmad & tirmidzi)

Di dalam sebuah riwayat:

‎وإما أن يصرف عنه من السوء مثلها، قالوا: إذن نكثر، قال: الله أكثر وأطيب. رواه أحمد وغيره من حديث أبي سعيد رضي الله عنه.

(3) dan bisa jadi Allah jauhkan ia dari keburukan yang semisal dengan doanya, mereka (para sahabat) pun berkata : maka mari kita perbanyak (doa), Rasulullah bersabda : Allaah Maha Lebih Banyak lagi Maha Lebih Baik. (HR. Ahmad dari Abu Sa'iid RA).

Mulailah berusaha dengan segenap kemampuan dari sekarang dan serahkan hasil segalanya pada Allah swt.

Hanya Sebegitulah Kapasitas Keimanan Mu

Jika kamu kesulitan membedakan yang benar dan salah di antara pendapat manusia, maka kembalilah kepada pendapat Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Jika kebenaran yang kamu terima dari Al-Qur'an dan Al-Hadits bertentangan dengan keyakinan dan keinginan mu, maka ketahuilah bahwa keduanya itu sudah terjamin kebenarannya.

Jika sudah demikian kamu masih ngeyel tidak mau mengakui kebenaran itu, maka sampai di situlah kapasitas keimanan kamu.

Sesungguhnya Allah Maha benar, Maha Mengetahui kebenaran, dan akan bersama orang-orang yang benar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. Annisa:  59)

Minggu, 12 Februari 2017

MENCURI UANG ANAK SENDIRI

Suatu ketika seorang lelaki datang kepada Rasulullah Saw mengadukan ayahnya yang menghabiskan uang miliknya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya.

Rasulullah Saw memanggil ayah orang itu ke hadapan beliau. Ketika lelaki jompo itu datang dengan tertatih-tatih bersandar pada tongkatnya, Rasulullah Saw bertanya:

“Betulkah kamu telah mengambil uang anakmu tanpa seizinnya?”

“Wahai Nabi Allah,” lelaki itu menangis, “ketika aku kuat dan anakku lemah, ketika aku kaya dan dia miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali untuk memberi makan kepadanya, bahkan terkadang aku membiarkan diriku kelaparan asalkan dia bisa makan."

"Sekarang aku telah tua dan lemah, sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya. Dia mulai menyembunyikan uangnya dariku"

"Dahulu aku menyediakan makan untuknya tapi sekarang dia hanya menyiapkan makan untuk dirinya. Aku tak pernah seperti dia memperlakukan aku".

"Jika saja aku masih sekuat dulu, aku masih akan merelakan uangku untuk dia.”

Ketika mendengar hal ini, air mata Rasulullah Saw jatuh berlinang seperti untaian mutiara menimpa janggutnya yang suci.

“Baiklah,” maka Rasulullah Saw bersabda, “Habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang itu adalah milikmu!

Anta wa maaluka li abiika ( al hadits )
Engkau dan seluruh hartamu adalah kepunyaan kedua orangtuamu.

Saudara-saudari seiman!

Orang tua, karena merekalah yang telah menyebabkan kita ada. Orang tualah yang telah mengurus kita semenjak kecil sampai kini. Orang tualah yang telah menyayangi kita lebih dari apapun.

Bukankah orang tua yang telah membantu kesuksesan dalam kehidupan mu. Bukankah orang tua yang telah mendidik mu. Bukankah orang tua yang telah mendidik mu.

Lalu... Mengapa tidak menyayanginya?

Apakah orang tua mu masih hidup?
Kembalilah pada orang tua mu!
Mungkin kesempatan mu untuk berbakti kepada mereka tidak begitu lama lagi.

Sangat dianjurkan kita yang tinggal jauh dari orang tua, pulanglah. Temui dan pandang wajah mereka dengan penuh cinta yang tulus, karena boleh jadi wajah itu tidak akan lama lagi menghilang dari pandangan kita untuk selama-lamanya.

Jangan kau biarkan orang tua mu merana, menunggu, sedih, menangis!!!

Tidakkah kau menyangi mereka???

Sadarlah!!!

Selasa, 07 Februari 2017

Nasehat Lukman Al Hakim Pada Anaknya

Satu-satunya manusia yang bukan nabi,
bukan pula Rasul, tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Qur'an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tak lain, karena hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hakikat hidup.

"Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah, dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir."

"Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya."

"Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedangmenggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu."

"Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya."

"Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit darikemiskinan dan kehinaan."

"Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang."

"Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:

1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik.
2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.
3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu.
4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.
5. Ingatlah Allah selalu.
6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu
7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.
8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

Minggu, 05 Februari 2017

Zakat Sucikan Harta, Kenapa Harus Ditunda ?

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Attaubah : 103).

قوله تعالى : ( خذ من أموالهم صدقة تطهرهم ) بها من ذنوبهم ، ( وتزكيهم بها ) أي : ترفعهم من منازل المنافقين إلى منازل المخلصين . وقيل : تنمي أموالهم ( وصل عليهم ) أي : ادع لهم واستغفر لهم . وقيل : هو قول الساعي للمصدق إذا أخذ الصدقة منه : آجرك الله فيما أعطيت وبارك لك فيما أبقيت . والصلاة في اللغة : الدعاء . ( إن صلاتك ) قرأ حمزة والكسائي : " صلاتك " على التوحيد ؛ ونصب التاء هاهنا وفي سورة هود " أصلاتك " وفي سورة المؤمنين " على صلاتهم " كلهن على التوحيد وافقهما حفص هاهنا وفي سورة هود . وقرأ الآخرون بالجمع فيهن ويكسرون التاء هاهنا .( سكن لهم ) أي : إن دعاءك رحمة لهم . قاله ابن عباس . وقيل : طمأنينة لهم ، وسكون لهم ، أن الله عز وجل قد قبل منهم . وقال أبو عبيدة : تثبيت لقلوبهم . ( والله سميع عليم ) .واختلفوا في وجوب الدعاء على الإمام عند أخذ الصدقة : قال بعضهم : يجب . وقال بعضهم : يستحب . وقال بعضهم : يجب في صدقة الفرض ويستحب في صدقة التطوع . وقيل : يجب على الإمام ، ويستحب للفقير أن يدعو للمعطي .أخبرنا عبد الواحد بن أحمد المليحي ، أخبرنا أحمد بن عبد الله النعيمي ، أخبرنا محمد بن يوسف ، حدثنا محمد بن إسماعيل ، حدثنا آدم بن أبي إياس ، حدثنا شعبة عن عمرو بن مرة قال : سمعت عبد الله بن أبي أوفى - وكان من أصحاب الشجرة - قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أتاه قومه بصدقة قال : " اللهم صل عليهم " ، فأتاه أبي بصدقته فقال : " اللهم صل على آل أبي أوفى " . وقال ابن كيسان : ليس هذا في صدقة الفرض إنما هو في صدقة كفارة اليمين .وقال عكرمة : هي صدقة الفرض ، فلما نزلت توبة هؤلاء قال الذين لم يتوبوا من المتخلفين : هؤلاء كانوا معنا بالأمس لا يكلمون ولا يجالسون ، فما لهم؟

AYAT - AYAT TUA

Bila kita tua...

Luangkan waktu bersama pasangan anda kerana salah seorang dari pada kita akan pergi lebih dahulu dan yang masih hidup hanya mampu menyimpan kenangan yg indah.

Bila kita tua ...

Akan tiba masanya mau berjalan ke pintu saja susah, sementara masih berkemampuan, jalan-jalan lah kebeberapa banyak tempat untuk mengingatkan kita tentang kebesaran TUHAN, untuk mengagumi keindahan ciptaan-NYA.

Bila kita tua...

Jangan susahkan diri memikirkan anak2 secara berlebihan. Mereka akan mampu berusaha sendiri. Cuma tentukan hutang anda Lunas sebelum meninggal dunia supaya mereka tidak menanggung beban yang anda tinggalkan.

Bila kita tua...

Luangkan waktu bersama rakan2 lama kerana peluang untuk bersama itu akan berkurang dari waktu ke waktu.

Bila kita tua...

Terimalah penyakit apa adanya. Kerana Semua sama, kaya atau miskin akan melalui proses yang sama, yaitu: lahir bayi, kanak-kanak, dewasa, tua, sakit dan mati.

NASEHAT UNTUK PUTRI KU

Putriku....
Janganlah sombong akan kecantikan fisik karena itu akan pudar oleh waktu."

"Kecantikan perilaku tidak akan pudar walau oleh kematian.."

Jika kamu BENAR,
maka kamu tidak perlu marah.

Jika kamu SALAH,
maka kamu wajib minta maaf.

Kesabaran dengan keluarga adalah KASIH.

Kesabaran dengan orang lain adalah HORMAT.

Kesabaran dengan diri sendiri adalah KEYAKINAN.

Kesabaran dengan TUHAN adalah IMAN.

Jangan terlalu mengingat masa lalu, karena hal itu akan membawa AIR MATA.

Jangan terlalu memikirkan masa depan, karena hal itu akan membawa KETAKUTAN.

Jalankan saat ini dengan senyuman, karena hal itu akan membawa KECERIAAN.

Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat kamu pedih atau lebih baik.

Setiap masalah yang timbul bisa menguatkan atau menghancurkan.

Pilihan ada padamu, apakah kamu akan memilih menjadi korban atau pemenang.

Carilah hati yang indah dan bukan wajah yang cantik.

Hal-hal yang indah tidak selalu baik, tetapi hal-hal yang baik akan selalu indah.

NASEHAT UNTUK PUTRI KU

Putriku....
Janganlah sombong akan kecantikan fisik karena itu akan pudar oleh waktu."

"Kecantikan perilaku tidak akan pudar walau oleh kematian.."

Jika kamu BENAR,
maka kamu tidak perlu marah.

Jika kamu SALAH,
maka kamu wajib minta maaf.

Kesabaran dengan keluarga adalah KASIH.

Kesabaran dengan orang lain adalah HORMAT.

Kesabaran dengan diri sendiri adalah KEYAKINAN.

Kesabaran dengan TUHAN adalah IMAN.

Jangan terlalu mengingat masa lalu, karena hal itu akan membawa AIR MATA.

Jangan terlalu memikirkan masa depan, karena hal itu akan membawa KETAKUTAN.

Jalankan saat ini dengan senyuman, karena hal itu akan membawa KECERIAAN.

Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat kamu pedih atau lebih baik.

Setiap masalah yang timbul bisa menguatkan atau menghancurkan.

Pilihan ada padamu, apakah kamu akan memilih menjadi korban atau pemenang.

Carilah hati yang indah dan bukan wajah yang cantik.

Hal-hal yang indah tidak selalu baik, tetapi hal-hal yang baik akan selalu indah.

Zakat Sucikan Harta, Kenapa Harus Ditunda ?

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Attaubah : 103).

قوله تعالى : ( خذ من أموالهم صدقة تطهرهم ) بها من ذنوبهم ، ( وتزكيهم بها ) أي : ترفعهم من منازل المنافقين إلى منازل المخلصين . وقيل : تنمي أموالهم ( وصل عليهم ) أي : ادع لهم واستغفر لهم . وقيل : هو قول الساعي للمصدق إذا أخذ الصدقة منه : آجرك الله فيما أعطيت وبارك لك فيما أبقيت . والصلاة في اللغة : الدعاء . ( إن صلاتك ) قرأ حمزة والكسائي : " صلاتك " على التوحيد ؛ ونصب التاء هاهنا وفي سورة هود " أصلاتك " وفي سورة المؤمنين " على صلاتهم " كلهن على التوحيد وافقهما حفص هاهنا وفي سورة هود . وقرأ الآخرون بالجمع فيهن ويكسرون التاء هاهنا .( سكن لهم ) أي : إن دعاءك رحمة لهم . قاله ابن عباس . وقيل : طمأنينة لهم ، وسكون لهم ، أن الله عز وجل قد قبل منهم . وقال أبو عبيدة : تثبيت لقلوبهم . ( والله سميع عليم ) .واختلفوا في وجوب الدعاء على الإمام عند أخذ الصدقة : قال بعضهم : يجب . وقال بعضهم : يستحب . وقال بعضهم : يجب في صدقة الفرض ويستحب في صدقة التطوع . وقيل : يجب على الإمام ، ويستحب للفقير أن يدعو للمعطي .أخبرنا عبد الواحد بن أحمد المليحي ، أخبرنا أحمد بن عبد الله النعيمي ، أخبرنا محمد بن يوسف ، حدثنا محمد بن إسماعيل ، حدثنا آدم بن أبي إياس ، حدثنا شعبة عن عمرو بن مرة قال : سمعت عبد الله بن أبي أوفى - وكان من أصحاب الشجرة - قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أتاه قومه بصدقة قال : " اللهم صل عليهم " ، فأتاه أبي بصدقته فقال : " اللهم صل على آل أبي أوفى " . وقال ابن كيسان : ليس هذا في صدقة الفرض إنما هو في صدقة كفارة اليمين .وقال عكرمة : هي صدقة الفرض ، فلما نزلت توبة هؤلاء قال الذين لم يتوبوا من المتخلفين : هؤلاء كانوا معنا بالأمس لا يكلمون ولا يجالسون ، فما لهم؟

Selasa, 31 Januari 2017

HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS

KITA....
BUTUH batu kerikil supaya kita BERHATI-HATI

KITA....
BUTUH semak berduri supaya kita WASPADA

KITA....
BUTUH Pesimpangan supaya kita BIJAKSANA dalam MEMILIH

KITA....
BUTUH Petunjuk jalan supaya kita punya HARAPAN tentang arah masa depan

KITA....
Hidup Butuh MASALAH supaya kita tahu kita punya KEKUATAN

KITA....
BUTUH Pengorbanan supaya kita tahu cara BEKERJA KERAS

KITA....
BUTUH airmata supaya kita tahu MERENDAHKAN HATI

KITA....
BUTUH dicela supaya kita tahu bagaimana cara MENGHARGAI

KITA....
BUTUH tertawa dan senyum supaya kita tahu MENGUCAPKAN SYUKUR

KITA....
BUTUH Orang lain supaya kita tahu kita TAK SENDIRI

Jangan....
Selesaikan MASALAH dengan mengeluh, berkeluh kesah, dan marah, Selesaikan saja dengan sabar, bersyukur, dan jangan lupa TERSENYUM.

Teruslah....
MELANGKAH walau mendapat RINTANGAN, Jangan takut.
Saat tidak ada lagi tembok untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud.

Perbuatan....
Baik yang paling sempurna adalah perbuatan baik yang tidak terlihat, Namun.... Dapat dirasakan hingga jauh kedalam relung hati.

Jangan....
Menghitung apa yang hilang, namun hitunglah apa yang tersisa.

Sekecil....
Apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan untuk Kebutuhan Hidup.
Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk Gaya Hidup.

Tidak....
Selamanya kata-kata yang indah itu benar, juga tidak selamanya kata-kata yang menyakitkan itu salah

Hidup....
Ini terlalu singkat, lepaskan mereka yang menyakitimu, sayangi mereka yang peduli padamu. Dan berjuanglah untuk mereka yang berarti bagimu.

Bukanlah....
Apa yang kita punya sekarang yang akan menjadi bekal nanti, tetapi seberapa banyak yang sudah dibekalkan untuk kehidupan nanti.

Bertemanlah....
Dengan semua orang, tapi bergaulah dengan orang yang berintegritas dan mempunyai prinsip dan nilai hidup yang benar,  karena pergaulan akan mempengaruhi cara kita hidup dan masa depan kita.

Ingatlah....
Sebesar apapun kesalahan atau dosa tidak akan menggunung bilamana selalu mohon ampun. Dan tidak ada dosa yang kecil bila selalu menumpuknya setiap saat.

Hidup....
Sekali, hiduplah yang berarti.

BADAI PASTI BERLALU

Dikisahkan, ada seorang Anak mengemudikan mobilnya bersama ibunya
Setelah beberapa puluh kilometer, Tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti.

“Bagaimana, Bu? Kita berhenti?”, Si Anak bertanya.
“Teruslah.. !”, kata Ibu
Anaknya tetap menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujan pun turun.
Beberapa pohon bertumbangan, Bahkan ada yang
diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan . Terlihat kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi dan berhenti.
“Bu....?"
“Teruslah mengemudi!” kata Ibu sambil terus melihat ke depan.

Anaknya tetap mengemudi dengan bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandangan hanya berjarak bebarapa meter saja.
Si Anak mulai takut.
Namun... tetap mengemudi walau pun sangat perlahan.
Setelah melewati beberapa kilo ke depan, dirasakan hujan mulai mereda dan angin mulai berkurang. Setelah beberapa kilometer lagi, sampailah mereka pada daerah yang kering dan matahari bersinar.

“Silakan berhenti dan keluarlah”, kata Ibu
“Mengapa sekarang?”, tanya-nya .
“Agar kau bisa melihat seandainya berhenti di tengah badai”.
Sang Anak berhenti dan keluar. Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Dia membayangkan orang-orang yang terjebak
di sana.

Dia kini mengerti bahwa JANGAN PERNAH BERHENTI di tengah badai KARENA akan terjebak dalam ketidak pastian.

Hikmah dari kisah ini, bahwa JIKA kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, TERUSLAH berjalan, JANGAN berhenti, dan putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus menakutkan.
LAKUKAN saja apa yang dapat kita lakukan, dan yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU.
KITA tidak boleh berhenti, tetapi maju terus. Kita harus yakin bahwa di depan sana Kepastian dan Kesuksesan ada untuk kita.

Sabtu, 21 Januari 2017

3 Hal Yang Tidak Pernah Diketahui

Tak satupun di dunia ini yang mengetahui REZEKI. Ketiada tahuan inilah yang mendorong manusia berusaha. Namun demikian, sunnatullah berlaku disini sesiapa yang sungguh-sungguh berusaha ia mendapatkan. Akan tetapi tidak setiap yang berusaha berhasil karena yang menentukan hanyalah Allah swt, disinilah letaknnya bahwa manusia tidak mengetahui rezekinya.

Begitu juga UMUR sesuatu yang sangat rahasia. Tak satupun diantara kita yang mengetahui panjang atau pendeknya umur kita atau bahkan umur orang lain sekalipun. Umur manusia ibarat buah kelapa, yang sudah hitam tua masih gagah menempel di tandannya, yang baru 'cengkir' atau bahkan baru bunga ternyata sudah jatuh. Itulah gambarnnya, tak perlu merasa masih muda dengan anggapan pasti panjang. Ketentuan umur menjadi rahasia Ilahi.

Tidak jauh berbeda dengan JODOH yang sama pada tidak ada yang tahu. Seorang lelaki seolah sangat yakin dengan perempuan yang beberapa hari lagi akan resmi jadi istrinya. Tak satupun dari perangainya yang tidak berkenan di hatinya. Namun apa dikata ternyata gagal menikah karena suatu hal. Bisa penyebab dari si perempuan atau juga dari si laki-laki. Itu semua rahasia Allah swt, yang tiada mengetahui keciali Dia. Maha suci Allah.

Dengan ketidaktahuan kita akan rezeki, umur, dan jodoh semestinya mendorong kita berbuat yang terbaik. Lakukan yang terbaik untuk menggapai rezeki halal. Manfaatkan umur semaksimal mungkin sebelum diambil yang empunya. Carilah pasangan yang cocok buat kebahagiaan hidup di dunia ini dan bekal di akhirat nanti. Amiin.

3 Hal Yang Tak Pernah Pasti

Ada tiga hal dalam hidup yang tidak pernah pasti:

PERTAMA : Kekayaan

KEDUA : Kejayaan

KETIGA : Mimpi

Jangan terobsesi karenanya...

3 Hal Yang Sangat Berharga Dalam Hidup

Ada tiga hal yang paling berharga dalam hidup ini :

PERTAMA : Kasih Sayang

KEDUA : Cinta

KETIGA : Kebaikan

Jumat, 20 Januari 2017

3 Hal Yang Pasti Dalam Hidup

Ada tiga hal dalam hidup ini yang pasti terjadi.

PERTAMA : Tua
KEDUA : Sakit
KETIGA : Kematian

Maka persiapkanlah dengan sebaik-baiknya, sebelum ketiga hal ini datang. Amal baik apa yang sudah ditimbun.

Kamis, 19 Januari 2017

INILAH SEHARUSNYA AKHLAK KITA

ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ .

Artinya :
Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam berkata, "Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram (tersentuh api) neraka?. Para sahabat berkata, "Iya, wahai Rasulallah!". Beliau menjawab, "(Haram tersentuh api neraka) orang yang Hayyin, Layyin, Qorib, Sahl"
[HR. At Tirmidzi dan Ibnu Hiban]

Wahai saudara sesama muslim...
Selayaknya akhlak kita seperti yang tertera pada hadits Nabi tersebut di atas. Yaitu :

PERTAMA : Hayyin

Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan dzahir maupun batin. Penuh pertimbangan, tidak labil gampang marah, grusa-grusu dalam segala hal. Tidak gampangan memaki, melaknat dan ngamuk tersulut berita yang sampai padanya.
Teduh jiwanya.

KEDUA : Layyin

Orang yang lembut dan kalem, baik dalam bertutur-kata atau berbuat. Tidak kasar, main cantik sesuai aturan, tidak semaunya sendiri, segalanya tertata rapi. Tidak galak yang suka memarahi orang yang berbeda pendapat dengannya. Identik tidak suka melakukan pemaksaan pendapat.
Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk saudaranya sesama muslim.

KETIGA : Qorib

Dekat, akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan orang bagi yang mengajak bicara. Tidak acuh tak acuh, cuek-bebek, atau gampang berpaling. Biasanya murah senyum jika bertemu dan wajahnya berseri-seri dan enak dipandang.
Mudah untuk diajak berteman.

KEEMPAT : Sahl

Orang yang "gampangan", tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada solusi bagi setiap permasalahan. Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan dan membuat orang lain lari dan menghindar.

Inilah empat kata yang disampaikan Rasulullah saw, bila seorang muslim memilki keempat sifat ini, dapat dikatakan seorang muslim yang berakhlakul karimah.

Selasa, 17 Januari 2017

3 HAL YANG TIDAK BOLEH HILANG DARI DIRI

Ada 3 hal yang tidak boleh hilang dari seseorang. Bila hilang sudah ketiga hal ini dari diri seseorang maka tak ada harga yang pantas dipertahankan keeksistensiannya. Apakah ketiga hal tersebut? Inilah penjelasannya.

PERTAMA : Harapan

Harapan menjadi penyemangat dalam hidup. Yang miskin berharap kaya, ia semangat luar biasa bekerja keras dalam berusaha. Yang sakit berharap sembuh, ia berusaha sabar mengahadapi segala kesusahan dan petunjuk-petunjuk dokter diikutinya dengan cermat. Yang menyadari masih merasa sedikit amal ibadah, ia berusaha setiap waktunya beramal yang bermanfaat untuk kebaikan, agar mendapat nilai ibadah. Harapan itulah yang menumbuhkan perbuatan baik.

KEDUA :Keikhlasan

Keikhlasan merupakan pangkal beramal. Kunci ini yang menyebabkan ibadah diterima Allah swt. Tanpa ikhlas amal perbuatan hanya akan menjadi riya. Tanpa ikhlas perbuatan baik yang tidak mendapat apresiasi hanya akan menimbulkan sakit hati. Tanpa ikhlas hidup terasa menjadi sempit. Dikala baik menyebabkan pelakunya lupa bersyukur. Dikala sempit pelakunya jadi lupa diri.

KETIGA : Kejujuran

Sifat jujur menjadikan pelakunya terpercaya. Pegawai yang jujur dipercaya untuk mengelola. Pedagang yang jujur dipercaya pelanggan. Pendakwah yang jujur dipercaya ummat. Kejujuran merupakan pondasi dalam setiap perbuatan. Tanpa kejujuran nilai diri menjadi hilang tak berbekas.

Ketiga hal ini seyogyanya ada dalam jiwa setiap insan, bila berharap menjadi manusia yang terpuji.