Peserta Ujian Semester-an Mengisi Lembar Jawaban

Suasana keseriusan dan penuh khidmat di kelas ruang ujian pada Ujian Semester Ganjil Tahun 2016.

Para Teachers Ceria dan Semangat dalam Membimbing Belajar

Para Teachers siap memberikan arahan, bimbingan pembelajaran kapan dan dimanapun, di kelas maupun di jam pelajaran.

Apresiasi Peserta Didik dalam Pembelajaran di Ruang Kelas Bersama Teachers

Anak didik tidak merasakan lelah, kebosanan dengan metode pembelajaran yang Active Learning dari para Teacher berpengalaman.

Pendampingan Siswa/i dalam Kegiatan Pembelajaran

Pendampingan terhadap anak didik yang diberikan Teachers merupakan kunci sukses dalam pembelajaran di BIC.

Keharmonisan Para Teacher dengan Sesama Tenaga Pendidik

Menjaga solidaritas dan harmonisasi sesama Tenaga Pendidik sangat memungkinkan berefek baik pada Peserta Didik.

Tampilkan postingan dengan label Wasiat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wasiat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2017

WASIAT IMAM AL GHAZALI KEPADA MURIDNYA

Suatu hari, Imam Al Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al
Ghazali bertanya :

»Pertama
“Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”.

Murid-muridnya menjawab : “orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya”.
Imam Ghazali menjelaskan semua jawaban itu BENAR.
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah MATI .

Sebab itu janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan
mati. Firman Allah Taala yang bermaksud :”Setiap yang bernyawa akan merasai mati”(Ali Imran :185)

»Kedua
“Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”.

Murid -muridnya menjawab : “negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang”.
Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah BENAR. Tapi yang paling benar adalah MASA LALU.

Walau dengan cara apa sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

»Ketiga,
“Apa yang paling besar di dunia ini?”.

Murid-muridnya menjawab : “Gunung, bumi dan matahari”.
Semua jawaban itu BENAR kata Imam Ghazali.

Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah NAFSU .
Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

»Keempat
“Apa yang paling berat di dunia ini?”.

Ada yang menjawab : “besi dan gajah”. Semua jawaban adalah BENAR, kata Imam Ghazali, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH

Firman Allah Taala yang bermaksud : “Sesungguhnya kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikul amanh itu dan mereka khuatir tidak dapat meleksanakannya (berat),lalu dipikullah amanah itu oleh manusia “.(Al-Ahzab : 72)

Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini.
Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.

»Kelima
“Apa yang paling ringan di dunia ini?”
Ada yang menjawab : “kapas, angin, debu dan daun-daunan”.
Semua itu BENAR kata Imam Ghazali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHALAT.

Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan shalat, gara-gara bertamasya, kita meninggalkan shalat.

»Keenam
“Apakah yang paling tajam di dunia ini?”

Murid-muridnya menjawab dengan serentak : “pedang”.
BENAR, kata Imam Ghazali, tapi yang paling tajam adalah LIDAH MANUSIA .

Kerana melalui lidah, manusia selalu menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Sabtu, 25 Februari 2017

Anak - anakku....

ANAK-ANAKKU...
Ada kehawatiran besar setiap orang tua....
di saat tua,
di saat daya melemah,
di saat anak- anak semakin sibuk..

KESENJANGAN.
Diawali dari merenggangnya komunikasi, terjadinya perbedaan alam pikir yang menjauh,
Dan...sulitnya saling memahami, yang mungkin sekarang belum terbayang oleh kalian semua...
Tapi itu akan terjadi...!!!

KELAK... pada saatnya kami hanya bisa berdoa dan berlinang airmata.
Mengiringi semua kekhawatiran yang menyelimuti hati kami.

Yang kami khawatirkan adalah keselamatan kalian, juga syakaratul maut kami.
"Akan adakah anak- anak  tercinta menggumamkan kalimat TALKIN mengiringi perjalanan kami pulang keharibaanNya saat syakaratul maut" ?

SAAT INI kami sangat ingin komunikasi kita berjalan mesra, ramah, penuh rasa rindu dan  canda ria.
Kami berharap komunikasi kita membuat kita saling memahami.

MEMANG kebersamaan kita hanya sebentar.
Hanya ± 30 tahunan,
Sisanya kalian akan bersama -insya Allah- dengan pasangan kalian masing - masing sampai akhir hayat kalian.
Rasanya sangat sebentar, belum cukup kita berbagi rasa di waktu 30 tahunan itu.

Tapi mudah-mudahan komunikasi yang kita bangun sekarang ini bisa memperpanjang kebersamaan rohani kita dan mengecilkan rasa khawatir yang selalu ada di hati kami.

ANAKKU...
Jaga sholat kalian,
Jaga shodaqoh kalian,
Selalu berbuat baik,
Jangan pernah letih dan malas utk mendekatkan diri kepada  ALLAH.
Berdoalah selalu untuk orangtuamu setiap selesai sholat....
Allahummaghfirlii waliwalidayya war hamhuma kama robbayanii shoghiroo 3x
Berbuatlah yang bisa membuat orang tua kalian berbahagia di Alam Barzah dan Akhirat kelak...
Aamiin.

Kami TITIPKAN masa depan akhirat kami kepada Akhlaq Mulia kalian".
Maha suci Allah SWT.
Aamiin YRA....

Dikutip dari tulisan Alm. K.H. E.Z. MUTTAQIEN. (Rektor Unisba pertama &mantan ketua MUI Jawa Barat).