Peserta Ujian Semester-an Mengisi Lembar Jawaban

Suasana keseriusan dan penuh khidmat di kelas ruang ujian pada Ujian Semester Ganjil Tahun 2016.

Para Teachers Ceria dan Semangat dalam Membimbing Belajar

Para Teachers siap memberikan arahan, bimbingan pembelajaran kapan dan dimanapun, di kelas maupun di jam pelajaran.

Apresiasi Peserta Didik dalam Pembelajaran di Ruang Kelas Bersama Teachers

Anak didik tidak merasakan lelah, kebosanan dengan metode pembelajaran yang Active Learning dari para Teacher berpengalaman.

Pendampingan Siswa/i dalam Kegiatan Pembelajaran

Pendampingan terhadap anak didik yang diberikan Teachers merupakan kunci sukses dalam pembelajaran di BIC.

Keharmonisan Para Teacher dengan Sesama Tenaga Pendidik

Menjaga solidaritas dan harmonisasi sesama Tenaga Pendidik sangat memungkinkan berefek baik pada Peserta Didik.

Tampilkan postingan dengan label Satuan Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Satuan Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2017

Solusi Problematika Pendidikan Nasional Di Indonesia

Silaturahim dan Seminar Nasional Pimpinan Pesantren Alumni Gontor dan Kepala Lembaga Pendidikan Non-Pesantren Alumni Gontor mewarnai semarak rangkaian acara pada Peringatan 90 tahun Gontor.  Kali ini dengan menghadirkan alumni senior KH. Dr. Hasyim Muzadi sebagai narasumber. Acara digelar, Kamis (1/9), bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Di hadapan sekitar 1500an alumni Pimpinan Pesantren dan Kepala Lembaga Pendidikan dari berbagai pelosok Nusantara, K.H. Hasyim Muzadi memberikan Kuliah Umum tentang Pendidikan Pesantren dan Sistem Kulliyatu-l-Mu‘allimin Al-Islamiyah (KMI) di Indonesia. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu menegaskan bahwa sistem pendidikan KMI yang telah berjalan 90 tahun merupakan sumbangan Gontor pada Indonesia.

"Indonesia harus berterima kasih kepada Gontor, karena sistem ini terbukti sukses mendidik sumber daya manusia unggul untuk negeri ini, apalagi kemudian diterapkan dimana-mana oleh alumninya seantero nusantara" ujarnya.

Kiai Hasyim pun menjelaskan bagaimana pesantren mendidik anak-anak hingga berhasil, tidak hanya secara akademis, tapi juga secara mental dan spiritual, hingga tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

Beliau juga menegaskan bahwa pesantren mengajarkan keilmuan dan kehidupan. "Sekolah umum hanya menyajikan keilmuan saja, sedangkan pesantren menyajikan kehidupan. Maka pesantren harus menaungi sekolah dengan ruh kepesantrenannya, bukan sekolah yang menaungi pesantren" jelas beliau.

Mantan Ketua Umum PBNU dua periode ini juga menandaskan bahwa pesantren tidak hanya fokus pada pendidikan santrinya saja, namun juga membina masyarakat. Oleh karena itu, menurut Kiai Hasyim tidak boleh ada isolasi antara pesantren dan masyarakat.

Beliau juga menyinggung tentang kemandirian pesantren. Karena menurutnya kalau ikut pemerintah, akan terus berganti kebijakan bila berganti pemerintahnya.

Presiden International Conference of Islamic Scholars (ICIS) yaitu sebuah wadah para intelektual muslim dunia mengingatkan tentang PR pesantren saat ini. "Pesantren harus bisa mencetak ulama yang intelek. Karena saat ini kita perlu orang yang bisa _mujadalah billati hiya ahsan._ Kita ini diserang dari berbagai pihak; pemikiran, sosial, budaya, politik, dan lain sebagainya. Maka kita harus membalasnya dengan kebenaran dan keadilan yang berlandaskan pada keilmuan" paparnya.

Acara seminar berskala nasional ini memiliki tujuan utama memperkenalkan secara detail sistem mu‘allimin yang diterapkan Gontor. Harapannya, sistem pendidikan yang telah terbukti kesuksesannya ini bisa diaplikasikan secara nasional, terutama oleh pesantren-pesantren yang dikelola para alumni Pondok Modern Darussalam Gontor.

Lebih dari itu, Gontor berharap sistem ini juga bisa dikembangkan di lembaga-lembaga pendidikan selain pesantren alumni. Dengan demikian, problematika Pendidikan Nasional di Indonesia bisa segera diatasi dengan tuntas dan bisa melahirkan generasi tumpuan bangsa yang berkualitas.

Kamis, 29 Desember 2016

Satuan Pendidikan Menengah (SPM) ICB

Pendidikan merupakan tonggak perjuangan nan mulia. Bisa setiap individu menjadi guru tetapi tidak menjadi pendidik. Pendidikan yang urgen berada pada level remaja. Disaat inilah anak akan menciptakan jati diri. Sehingga salah-salah bergaul akan terjerumus pada masa depan yang kelam.

Pendidikan Menengah inilah yang menjadi konsen ICB. Anak didik di dorong untuk menemukan jati diri yang sesungguhnya. Peserta didik didaulat untuk memiliki kemampuan akademis, sosial, komunikasi, dan spiritual. Kemampuan spiritual ini menjadi trade mark dalam diri setiap santri. Menjadi ruh yang terpatri dalam jiwa.

Sehingga akan menjadi dampak yang luar biasa, mukmin, muslim dan muhsin.

Kamis, 15 Desember 2016

Satuan Pendidikan Dasar (SPD-ICB)

Banyak tingkat satuan pendidikan yang ada. Diantaranya satuan pendidikan dasar, yaitu proses pendidikan yang dimulai sejak usia dini. Beragamnya pendidikan ini tak dapat dipungkiri.

Satuan pendidikan tingkat dasar di ICB (Islamic Collage of Baiturridwan) merupakan satuan pendidikan yang berbasis Islamic Lesson.

Sabtu, 10 Desember 2016

Satuan Pendidikan yang Terintegrasi

Satuan pendidikan yang lebih dari satu menyebabkan tumpang tindih. Hal ini dikarenakan masing-masing unit pendidikan merapkan ketentuan yang berbeda. Terlebih bilamana setiap satuan berjauhan lokasi. Akan tetapi bukan berarti unit yang berada dalam satu tempat akan mudah menyatu.

Banyak kasus terjadi dibeberapa tempat, unit pendidikan berada pada tempat yang sama namun sinergisitas keduanya berlainan. Atau yang terjadi sebaliknya berlainan tempat pula berlainan kebijakan, tidak aneh bila terjadi seperti ini.

Di Islamic Collage of Baiturridwan (ICB) Majalengka mencoba memadukan satuan pendidikan menjadi satu kesatuan yang integrated.