Peserta Ujian Semester-an Mengisi Lembar Jawaban

Suasana keseriusan dan penuh khidmat di kelas ruang ujian pada Ujian Semester Ganjil Tahun 2016.

Para Teachers Ceria dan Semangat dalam Membimbing Belajar

Para Teachers siap memberikan arahan, bimbingan pembelajaran kapan dan dimanapun, di kelas maupun di jam pelajaran.

Apresiasi Peserta Didik dalam Pembelajaran di Ruang Kelas Bersama Teachers

Anak didik tidak merasakan lelah, kebosanan dengan metode pembelajaran yang Active Learning dari para Teacher berpengalaman.

Pendampingan Siswa/i dalam Kegiatan Pembelajaran

Pendampingan terhadap anak didik yang diberikan Teachers merupakan kunci sukses dalam pembelajaran di BIC.

Keharmonisan Para Teacher dengan Sesama Tenaga Pendidik

Menjaga solidaritas dan harmonisasi sesama Tenaga Pendidik sangat memungkinkan berefek baik pada Peserta Didik.

Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Maret 2017

Shalat : Keajaiban Dunia

Ada seorang Kiyai dengan orang Amerika sedang nonton siaran langsung orang yang sedang thawaf di TV (siaran langsung dari Masjidil Haram). Si orang Amerika terkagum-kagum dan berkata,

Mr : "Wah, luar biasa! Banyak sekali orang hilir mudik, muter-muter. Ini acara apa?"

Kiyai : "Ini namanya Masjidil Haram, orang-orang itu sedang thawaf, mister."

Mr : "Ooh, kagum saya!"

Kiyai : "Mister, kira-kira kalau mereka baris rapi, butuh berapa lama?"

Mr : "Hmm.. Kalo sebanyak ini mungkin 2 jam baru selesai."

Kiyai : "Tau ga, mister. Itu ada 4 juta orang."

Mr : "Waah, kalo gitu pasti butuh 4 jam baru bisa baris rapi"

Kiyai : "Mister, Masjidil Haram itu 4 lantai lho!"

Mr : "Waaaah, pasti 16 jam itu baru selesai baris"

Kiyai : "Dan tau ga, mister? Mereka itu beda-beda bangsa dan negara."

Mr : "Waaaaaaahh, pasti 2 hari baru selesai.... itu kalo mau baris rapi"

Lalu ketika Iqamat sudah berkumandang dan Imam sudah bersiap-siap untuk shalat, sang Kiyai berkata, "Mister, mari kita hitung berapa lama waktu untuk mereka berbaris."

Ternyata, kurang dari 2 menit sang Imam sudah mulai membaca al-Fatihah. Semuanya berbaris dengan rapi, 4 lantai. Orang Amerika itu TAKJUB. Dia menangis dan bergumam, "Ga mungkin, ga mungkin. Ini keajaiban dunia."

Inilah "KEAJAIBAN SHALAT". Hanya dalam waktu kurang dari 2 menit, 4 juta orang yang berbeda bangsa dan negara kompak berbaris dengan rapi. Tidak ada dalam ritual agama lain, kecuali dalam Islam, SHALAT.

Selasa, 28 Februari 2017

Shalatlah...

Kerugian meninggalkn sholat :

Subuh: Cahaya wajah akan pudar.

Zuhur: Berkat pendapatan akan hilang.

Ashar: Kesehatan mulai terganggu.

Maghrib: Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.

Isya': Kedamaian dalam tidur sukar didapatkan.

Shalatlah...

Kerugian meninggalkn sholat :

Subuh: Cahaya wajah akan pudar.

Zuhur: Berkat pendapatan akan hilang.

Ashar: Kesehatan mulai terganggu.

Maghrib: Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.

Isya': Kedamaian dalam tidur sukar didapatkan.

Minggu, 26 Februari 2017

Kamu berencana, sedangkan Allah punya rencana, TAWAKALLAH!!!

Alkisah, Seorang raja menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang tukang kayu yang tidak jelas kesalahannya apa.

Berita tentang keputusan itu bocor kepada si tukang kayu sebelum pengumuman resmi keluar. Akibatnya ia tidak bisa memejamkan mata untuk
tidur di malam itu.

Istrinya menasehati: "Tidurlah di
malam ini seperti malam-malam
sebelumnya. Tuhan itu hanya satu, sementara pintu keluar dari suatu masalah sangat banyak". Kalimat yang menentramkan itu tepat
masuk ke dalam hatinya, hingga ia bisa menenangkan diri, dan ia pun bisa tidur di malam itu. Dia baru terbangun di pagi hari ketika pintu rumahnya diketuk oleh beberapa orang prajurit. Wajahnya langsung menjadi pucat. Dia melihat kepada istrinya dengan pandangan putus asa, menyesal, dan sedih karena telah mempercayai kata-katanya semalam.

Dia membuka pintu dengan kedua tangan menggigil. Dia ulurkan tangannya ke arah pengawal supaya
diikat.

Para pengawal yang datang itu justru berkata kepadanya dg penuh keheranan: "Raja sudah wafat, untuk itu kami meminta kamu untuk. membuatkan sebuah peti mati untuk
baginda".

Waktu itu juga wajahnya berubah menjadi ceria. Kemudian ia melemparkan pandangan tanda mohon
maaf ke arah istrinya. Dan Istrinyapun tersenyum.

Saudara.....
kadangkala seorang hamba sampai letih memikirkan akibat-akibat dari usaha-usahanya, jangan-jangan berbuah negatif. sementara Allah yang memiliki semua rencana dan aturan kadang dilupakan. Begitu mudah
mengatakan kalimat tawakkal, namun begitu susah mempraktikkannya.

Siapa yang merasa hebat karena
jabatan, hendaklah ia mengingat
Fir'aun.

Siapa yang merasa hebat karena
harta, hendaklah ia mengingat Qarun.

Siapa yang merasa hebat karena
keturunan, hendaklah ia mengingat Abu Lahab.

Kehebatan, kekuasaan dan kemuliaan hanya milik Allah satu-satunya. Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia cabut dari siapa yang Dia kehendaki juga.

Jangan hukum masa depan kita
dengan kondisi hari ini, Allah Maha Kuasa untuk merubahnya dalam waktu sekejap. Wilayah kita hanya berusaha dan terus berdo'a dengan iringan tawakkal kepada Allah.

Sabtu, 25 Februari 2017

Taukah anda ...!???

Bahwa ikan yang ribuan tahun lalu menelan Nabi Yunus As itu ternyata masih hidup sampai sekarang, bahkan sampai hari kiamat. hal ini sudah dijelaskan dalam al-Qur'an: andai Yunus itu tidak beristighfar, tentu ia akan tinggal dalam perut ikan tersebut sampai hari kebangkitan.

taukah anda..?
bahwa janin semasa dalam kandungan perut ibunya, dia dilihatkan perjalanan hidupnya mulai dati lahir sampai mati, karena itu, terkadang ketika kita berkunjung ke beberapa tempat yang baru, tetapi seolah tempat tersebut sudah tidak asing bagi kita.

taukah anda..?
di saat bersin, seluruh anggota tubuh kita berhenti berfungsi, seolah mati, ini terjadi dalam hitungan detik, setelah itu berfungsi normal kembali, inilah kenapa dalam islam di sunnahkan membaca alhamdulillah setelah bersin, sebagai ungkapan syukur atas berfungsinya kembali seluruh anggota badan kita.

taukah anda..?
menguap itu bukan tanda bahwa kita mengantuk, tapi itu adalah pertanda bahwa tubuh kita butuh tambahan oksigen

taukah anda..?
bahwa memakan kurma dalam jumlah genap itu akan menghasilkan gula darah, karena itu Rasulullah menganjurkan kita untuk memakannya dalam jumlah ganjil, agar berubah menjadi karbohidrat.

taukah anda..?
bahwa tepat setelah dikumandangkannya azan itu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

taukah anda..?
di mana dosa-dosa kita diletakkan ketika kita shalat?

Nabi Muhammad saw bersabda:

“sesungguhnya seorang hamba ketika menunaikan shalat, dia membawa serta semua dosa-dosanya, kemudian dosa-dosa itu d taruh di atas kepala dan kedua pundaknya, maka ketika tiap kali ia ruku’ atau sujud berjatuhanlah dosa-dosa tersebut”.

wahai orang-orang yang biasa tergesa-gesa dalam shalatnya, tenanglah… dan tahanlah lebih lama ruku’ dan sujudmu, agar lebih banyak lagi berguguran dosa-dosamu.

taukah anda..?
diceritakan ada seorang wanita soleha yg meninggal, maka tiap kali penduduk desa ziarah kubur, mereka mencium harumnya mawar dr dalam kubur, kemudian suaminya menjelaskan, bahwa istrinya itu semasa hidup selalu membaca surah al-mulk, setiap mau tidur..
sesungguhnya surat al-mulk itu menyelamatkan dari siksa kubur.

taukah anda..?
ketika kita membaca ayat kursi tiap usai shalat, maka tidak ada penghalang antara kita dan surga kecuali maut.

taukah anda..?
bahwa para malaikat mendoakan kita ketika usai shalat, karena itu jangan terburu untuk beranjak dari posisi duduk shalat kita.

Keajaiban Sujud : Otak Menjadi Normal Tatkala Sering Melakukan Shalat

TAHUKAH ANDA Tidak Sholat, Otak Jadi Tak Normal?

SHOLAT adalah kewajiban setiap Muslim, dan Otak adalah komponen penting dalam tubuh manusia. Di era modern kini banyak penelitian yang menghubungkan antara sholat dan kerja otak. Salah satunya yaitu Prof. Dr. Fidelma pakar Neuroscience dari Edwards University Amerika Serikat.

Prof. Fidelma melakukan penelitian tentang saraf yang ada di otak. Saat melakukan penelitian, ia menemukan ada beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak bisa dimasuki oleh darah dengan optimal. Pada kenyataannya otak manusia memerlukan darah yang cukup agar bisa bekerja dengan maksimal dan normal.

Pada saat penelitian tersebut Prof. Fidelma menemukan bahwa aliran darah ke otak paling pusat hanya dapat masuki ketika seseorang sedang posisi bersujud atau mengerjakan Shalat. Ilmuan tersebut akhirnya kagum atas penemuan dalam penelitiannya. Hingga Penelitian tersebut mengantarkan Prof. Fidelma memeluk Islam.

Menurut penjelasannya, urat saraf tersebut hanya memerlukan aliran darah pada waktu tertentu saja, tidak harus setiap menit. Sungguh Besar Kuasa Allah SWT. Darah tersebut hanya masuk mengikuti jadwal Shalatnya seorang Muslim atau ketika Shalat, baik shalat wajib atau shalat Sunnah. Sebagai umat Muslim, masihkah kita jarang melaksanakan Shalat (ibadah wajib) dimana secara ilmiah sangat baik terhadap kesehatan kita semua.

Lalu bagaimana jika seorang Muslim meninggalkan sholat? Adakah dampaknya terhadap Otak Muslim tersebut?

Sudah pasti bagi mereka yang enggan mengerjakan Shalat, sangat besar pengaruhnya terhadap otak. Di dalam otak ada beberapa bagian tidak tercukupi oleh nutrisi yang terbawa dalam aliran darah. Lalu, otak senantiasa tidak dapat bekerja secara optimal dan normal.

Mungkin kita sering melihat mengapa banyak orang yang sering emosian, melakukan kejahatan, berbuat tidak baik dan lain-lain meskipun ia Islam, ternyata jawabannya otak mereka tidak normal karena tidak pernah Shalat (tidak pernah bersujud kepada Allah SWT). Naudzubillah.

ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﻗﻴﻤﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ

Alkisah ada seorang fakir miskin melewati jalan Madinah. Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan daging. Diapun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging. Dia pulang ke rumahnya dengan hati mendongkol.
Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus. Dengan hati terpaksa, dia memakan kedelai itu seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela. Dia sangat bosan denhan kedelai.

Dia bilang pada istrinya :

“Bagaimana hidup kita ini...? Orang-orang makan daging, kita masih makan kedelai.”

Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya. Alangkah terkejutnya, dia melihat seorang lelaki tua duduk di bawah jendela rumahnya sambil memungut kulit-kulit kedelai yang tadi ia buang dan memakannya seraya bergumam :

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﻲ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﻮﻝ ﻣﻨﻲ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ

"Segala Puji bagi Allah SWT yang telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga."

Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia menitihkan air mata, seraya bergumam:

ﺭﺿﻴﺖ ﻳﺎ ﺭﺏ

"Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yang Engkau berikan Yaa Allah."

Rejeki itu yg penting mengalir, besar kecil yang penting ada alirannya. Jangan harap mengalir seperti banjir, kalau tak bisa berenang bisa tenggelam.

ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ

"Sampai kapan engkau sibuk dg kelezatan, sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yg kau lakukan."

Kalam Sayyidina Ali bin Abi Thalib R.A:

ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﻗﻴﻤﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ

"Barang siapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke perutnya, maka nilai seseorang itu tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya."

RAJA DAN KE-4 ISTRINYA

Seorang raja memiliki empat orang istri.

Sang raja sangat mencintai istri yang ke empat, cinta yang tergila-gila. Bahkan dia terus berupaya mendapatkan ridhanya.

Adapun istri yang ketiga, juga sangat dicintainya. Tapi dia merasa sang istri ini berpotensi meninggalkannya dan menikah dengan lelaki lain.

Adapun istri yang kedua, adalah tumpuannya selama ini dalam susah dan duka. Dialah yang selalu memperhatikan suaminya dan berada disampingnya dikala sempit.

Adapun istri pertama, sering diabaikannya, tidak dirawatnya dan tidak ditunaikan hak-haknya. Padahal dialah istri yang paling mencintainya, dan berperan maksimal dalam menjaga kerajaannya.

Suatu hari sang raja jatuh sakit dan merasa ajalnya sudah dekat. Dia merenung dan berkata kepada dirinya : Aku punya empat istri.
Aku tidak mau sendirian masuk kedalam kubur.

Maka dia tanya istri yang ke empat: Engkaulah istri yang paling aku cintai dari semua istri-istriku. Dan aku penuhi semua keinginan dan permintaanmu. Sekarang, maukah kamu menemani aku di kubur dan menghiburku?
Istri ke empat menjawab : Mustahil aku lakuan itu.
Ia pun berlalu meninggalkan suaminya dan tidak peduli.

Dipanggilnyalah istri ke tiga : "Aku mencintaimu sepenuh hidupku. Maukah kamu menemaniku di kuburku?"
Istri ke tiga menjawab : "O pastilah aku tidak mau. Kehidupan sepeninggalmu terlalu indah. Aku akan kawin dengan lelaki lain...."

Lalu dia panggil istri ke dua : Aku dulu slalu bersandar kepadamu dikala susah. Dan engkau selalu berkorban untukku. Maukah kamu menemaniku di kuburku?
Istri ke dua menjawab: "Maafkan daku, aku tidak bisa menemanimu. Tapi akau akan antarkanmu sampai ke liang kuburmu.."

Raja sangat sedih sekali, karena semua istrinya telah durhaka kepadanya.

Tiba-tiba ada suara dari kejauhan, berkata:
"Aku akan menemanimu di kuburmu... aku kan selalu bersamamu kemanapun kau pergi...!"

Sang raja menengok ke arah suara, rupanya istrinya yang pertama, kondisinya sangat kurus, lemah dan sakit, karena telah disia-siakannya. Maka sang raja pun menyesal atas buruknya perhatiannya kpd sang istri pertama.

Suami berkata: "Seharusnya aku lebih memperhatikanmu ketimbang yang lain. Kalau waktu bisa kembali, niscaya engkaulah yang paling aku perhatikan dari seluruh istriku.

Sebenarnya wahai saudara tercinta, semua kita punya empat istri.

Yang ke empat itu adalah jasad kita. Betapapun kita memperhatikannya, memperturutkan syahawatnya, ia akan segera meninggalkan kita begitu mati.

Yang ke tiga adalah harta dan aset kita. Ketika kita mati ia akan pergi berpindah tangan ke pada pemilik yang lain.

Yang ke dua adalah keluarga dan teman, betapapun pengorbanannya kepada kita selama hidup, maka saat mati takkan lebih pengorbanannya dari mengantarkan ke kuburan.

Yang pertama adalah amal shaleh. Kita terlanjur sibuk dan lalai dari memberinya makan dan perhatian, demi memenuhi syahawat, harta, dan teman kita. Padahal amalan kitalah satu-satunya yang akan bersama kita dalam kubur.

Kira-kira, seandainya amalanmu hari ini tampil dihadapanmu dalam bentuk manusia, bagaimanakah kira2 bentuknya? Kurus, lemah dan terlantar? Ataukah kuat, atletis dan terurus?

Senin, 06 Februari 2017

ANTARA GAJI DAN REZEKI

Gaji itu ada slipnya
Rezeki tidak ada

Gaji itu dari Boss
Rezeki itu dari Allah

Gaji itu hanya uang,
Rezeki bisa berupa banyak hal.

Gaji itu dijemput dengan kerja.
Rezeki itu dijemput dengan taqwa.

Gaji itu sudah terduga,
Rezeki itu seringnya tak terduga.

Gaji mungkin sudah besar, tapi terasa kurang,
Tapi rezeki berkah itu, selalu mencukupi, meski tak seberapa..

Gaji harus dikejar, dicari dan diusahakan dengan bekerja.
Namun rezeki bisa datang  bagi orang yang bertaqwa.

Tidak semua orang memiliki gaji, tetapi setiap orang memiliki jatah rezekinya.

Gaji tidak menentukan  batas akhir ajal seseorang, tetapi rezeki bila telah genap diterima seseorang, maka itulah saatnya ajal tiba.

Gaji memungkinkan tertukar dengan lain orang, tetapi rezeki tidak akan pernah ketukar.

Besaran gaji ditentukan oleh masa kerja dan kinerja, sementara besaran rezeki ditentukan amal shaleh dan takwa.

So, jangan pernah cemas, khawatir, resah, dan gundah terhadap nasib yang akan datang, terlebih jangan pernah merasa susah dan sedih terhadap yang luput dari masa lalu. Yakini dan rela lah bahwa ketentuan Allah tepat.
Selamat mendapatkan rezeki halalan thayyiban. Jadi, gaji itu hanya sebagian kecil dari rezeki.

Rabu, 01 Februari 2017

7 Keajaiban Dunia

Di suatu sekolah dasar seorang Guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.

Malamnya sang Guru memeriksa tugas itu, sebagian besar siswa menulis demikian.

Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida.
2. Taj Mahal.
3. Tembok Besar Cina.
4. Menara Pisa.
5. Kuil Angkor.
6. Menara Eiffel.
7. Candi Borobudur.

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.

Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut.

Tapi Guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir…

Namun saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang Guru terdiam.
Lembar terakhir itu milik si Gadis Kecil Pendiam…

Isinya seperti ini :
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat,
2. Bisa Mendengar,
3. Bisa Menyentuh,
4. Bisa Disayangi,
5. Bisa Merasakan,
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai

Setelah duduk diam beberapa saat, sang Guru menutup lembaran tugas siswanya.
Kemudian menundukkan kepalanya berdo'a

Mengucap syukur untuk Gadis Kecil Pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah Pelajaran Berharga.

Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban.

Keajaiban itu, ada di sekeliling kita, untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita " SYUKURI ".

Keajaiban itu masing-masing  kita sudah memiliki namun terkadang kita tidak menyadarinya; penglihatan, pendengaran, dll-nya. Bahkan cenderung menafikannya.

Selasa, 31 Januari 2017

The Well of Utsman : Sebuah Contoh Shadaqah Jariyah

Pada masa Rasulullah saw dulu, di Madinah yang tidak terlalu jauh dari masjid Nabawi, ada sebuah sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu dikenal pada masa itu dengan sebutan Sumur Ruma karena dimiliki seorang bernama Ruma yang ia seorang Yahudi.

Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah, dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya. Di waktu waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya, dan rakyat Medinahpun terpaksa harus tetap membelinya. karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering.

Melihat kenyataan ini, Rasulullah berkata, "kalau ada yang bisa membeli sumur ini, balasannya adalah Surga". Seorang sahabat nabi bernama Utsman bin Affan mendekati sang Yahudi. Utsman menawarkan untuk membeli sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak. Ini adalah bisnisnya, dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.

Tetapi Utsman bukan hanya pebisnis sukses yang kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma, "aku akan membeli setengah dari sumur mu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya" Melalui negosiasi yang sangat ketat, akhirnya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% kepada Utsman bin Affan.

Apa yang terjadi setelahnya membuat sang Yahudi merasa keki. Ternyata Utsman menggratiskan air tersebut kepada semua penduduk Madinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya sehingga hari kesokannya mereka tidak perlu lagi membeli air dari Ruma sang Yahudi. Merasa kalah, sang Yahudi akhirnya menyerah, ia meminta sang Utsman untuk membeli semua kepemilikan sumur dan tanahnya. Tentu saja Utsman harus membayar lagi seharga yang telah disepakati sebelumnya.

Hari ini, sumur tersebut dikenal dengan nama Sumur Utsman, atau The Well of Utsman. Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Usman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi sampai hari ini. Kurmanya dieksport ke berbagai negara di dunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu, dan pendidikan. Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada sebuah rekening tertua di dunia atas nama Utsman bin Affan. Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang di saat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun (atau setara 200 Milyar pertahun)

Karena visinya yang terlalu dangkal. Ia hanya hidup untuk masa kini, masa ia ada di dunia membuat ia menyerah. Sedangkan visi dari Utsman Bin Affan adalah jauh kedepan. Ia berkorban untuk menolong manusia lain yang membutuhkan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama Shadaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan.
Sebuah shadaqah yang tidak pernah berhenti mengalir, bahkan pada saat manusia sudah meninggal ribuan tahun yang lalu.

Inilah contoh yang luar biasa, sudahkah kita berbuat seperti Utsman? Semoga kedepannya kita bisa mengikutinya.

Sabtu, 21 Januari 2017

SUNNAH ITU INDAH

Imam Ahmad rahimahullah yang terkenal karena ahlul hadits meriwayatkan hadits tentang shalat sunnah qabliyah Maghrib dan menyatakan keshahihannya. Tetapi sungguh aneh, belum pernah para muridnya menyaksikan beliau mengamalkan ibadah tersebut.

Hal ini mengundang tanda tanya para muridnya "Mengapa beliau tidak melakukannya?"

Jawab beliau, "Sebab penduduk Baghdad telanjur mengambil pendapat Imam Abu Hanifah", ujar beliau, "Yang menyatakan tiadanya shalat qabliyah Maghrib. Kalau aku mengamalkan hal yang berbeda, niscaya akan menimbulkan keributan di antara mereka."

Begitu juga yang di alami oleh Imam Asy Syafi’i Radhiallahu ‘Anhu, salah satu dari imam empat mazhab terkenal di dunia Islam, khususnya Ahlus Sunnah, yang memiliki jutaan pengikut di berbagai belahan dunia Islam. Beliau termasuk yang menyatakan kesunnahan membaca doa qunut ketika shalat subuh.

Namun, beliau sendiri memiliki sikap yang amat bijak ketika datang ke jamaah yang tidak berqunut subuh. Seperti diceritakan dalam kitab Al Mausu’ah sebagai berikut:

الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَرَكَ الْقُنُوتَ فِي الصُّبْحِ لَمَّا صَلَّى مَعَ جَمَاعَةٍ مِنَ الْحَنَفِيَّةِ فِي مَسْجِدِهِمْ بِضَوَاحِي بَغْدَادَ . فَقَال الْحَنَفِيَّةُ : فَعَل ذَلِكَ أَدَبًا مَعَ الإِْمَامِ ، وَقَال الشَّافِعِيَّةُ بَل تَغَيَّرَ اجْتِهَادُهُ فِي ذَلِكَ الْوَقْتِ .

“Imam Asy Syafi’i Radhiallahu ‘Anhu meninggalkan qunut dalam subuh ketika Beliau shalat bersama jamaah bersama kalangan Hanafiyah (pengikut Abu Hanifah) di Masjid mereka, pinggiran kota Baghdad. Berkata Hanafiyah: “Itu merupakan adab bersama imam.” Berkata Asy Syafi’iyyah (pengikut Asy Syafi’i): “Bahkan beliau telah merubah ijtihadnya pada waktu itu.” (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 2/302. Wizarah Al Awqaf Asy Syu’un Al Islamiyah)

Meninggalkan suatu -sunnah- yang diyakini keutamaannya demi terjaganya harmoni masyarakat ternyata adalah 'amal utama'.

"Karena itu para Aimmah seperti Imam Ahmad, Imam Syafi'i atau yang lainnya", demikian ditulis Syaikhul Islam Ibn Taimiyah, "Menganggap sunnah, apabila seorang imam meninggalkan hal-hal yang menurutnya lebih utama, jika hal itu dapat menyatukan makmum."

Inilah juga mengapa ketika Buya Hamka menyilakan KH Abdullah Syafi'i berkhuthbah di Masjid Agung Al Azhar, adzan beliau minta dikumandangkan dua kali. Ini pula mengapa, KH Idham Cholid tidak berqunut ketika tahu ada Buya Hamka menjadi makmumnya dalam kapal yang mengangkut mereka berhaji, sementara Buya Hamka justru berqunut karena tahu KH Idham Cholid ada di belakangnya.

"Demikian juga orang-orang yang menganggap melirihkan suara ketika membaca basmalah (dalam shalat berjamaah) adalah lebih utama atau sebaliknya", sambung Ibn Taimiyah, "Sedangkan makmum berbeda dengan pendapat atau madzhabnya, maka dia boleh mengerjakan yang kurang afdhal demi menjaga kemashlahatan persatuan. Hal ini lebih kuat dibandingkan permasalahan mana yang afdhal dari kedua perkara tersebut, dan ini adalah baik."

Jalan sunnah adalah jalan tak suka ribut tentang khilafiyah furu'iyyah. Jalan sunnah adalah jalan yang meminta kita tak perlu tampil mencolok dan terlihat berbeda.

Imam Ahmad ibn Hanbal menekankan hal ini sampai soal berpakaian. Beliau menegur seorang yang ditemuinya di Baghdad dalam keadaan memakai pakaian penduduk Makkah.

"Tidak cukupkah bagimu pakaian yang biasa dikenakan orang 'Iraq?" tanya beliau.

"Bukankah ini pakaian yang baik, pakaian dari tempat bermulanya Islam?"

"Ya", jawab beliau, "Akan tetapi aku khawatir pakaian itu menghinggapkan rasa sombong dan aku khawatir ia adalah pakaian kebanggaan (libasusy syuhrah) yang dilarang oleh Rasulullah, karena dikenakan agar pemakainya tampak menonjol di tengah khalayak."

Demikianlah, sunnah yang lurus dapat membedakan mana yang ushul dan furu', mana yang haq dan batil, serta mana yang bid'ah dan khilafiyah. Itu semua berada dalam bingkai sunnah.

Kamis, 19 Januari 2017

الفرق بين : " الحية" و "الثعبان"

من أجمل وأعظم ما قرأت فى الدقة البلاغية القرآنية.
فى اللغة العربية هناك فرق بين كلمتى : (الحية والثعبان) الحية تطلق على الصغير، بينما يطلق الثعبان على الكبير المخيف،انظروا كيف كانت دقة القرآن التى أعجزت العرب ، حينما استخدم الكلمتين !
الموقف الأول:
عندما كان موسى سائراً بأهله ليلاً فأبصر ناراً وجاء ليستأنس بها فناداه الله أن يلقي عصاه ،
قَالَ : ( أَلْقِهَا يَا مُوسَى فَأَلْقَاهَا فَإِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعَى) هذا مناسب لسيدنا موسى لأن المطلوب أن يرى معجزة وليس المطلوب أن يخاف منها، لذلك تحولت العصا إلى حية صغيرة ،
الموقف الثانى :
عندما ذهب موسى إلى فرعون فطلب منه فرعون الدليل على صدق رسالته من الله تعالى فألقى موسى عصاه
( فَأَلْقَى عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ ) فالمطلوب إخافة فرعون لعله يؤمن ويستيقن بصدق موسى، فتحولت هنا إلى ثعبان
الموقف الثالث :
عندما اجتمع السَّحَرة وألقوا حبالهم وعصيّهم وسحروا أعين الناس، فألقى موسى عصاه.
( وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ ) لا نجد أي حديث في هذا الموقف عن ثعبان أو حية فلماذا؟
إذا تأملنا الآيات بدقة نجد أن السحرة أوهموا الناس بأن الحبال تتحرك وتسعى، كما قال تعالى: (فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى ) وهنا ليس المطلوب أن يخاف الناس بالثعبان، وليس المطلوب أن تتحول العصا إلى حية، بل المطلوب أن تتحرك العصا وتلتهم جميع الحبال والعصِيَ بشكل حقيقي، لإقناع السحرة والناس بأن حبالهم تمثل السحر والباطل، وعصا موسى تمثل الحق والصدق ولذلك يقول تعالى:
(فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ * فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ * وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ * قَالُوا آَمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ * رَبِّ مُوسَى وَهَارُونَ )
سبحان الله العظيم على الدقة المعجزة ! حقا لا يمكن احلال كلمة مكان أخرى فى القرآن.

Yang Langka Itu....

Yang langka itu....
_Istri yang tunduk patuh pada suami, yang senantiasa berseri-seri saat dipandang, yang ridha terdiam saat suami marah. Tidak merasa lebih apalagi meninggikan suara. Tercantik di hadapan suami. Terharum saat menemani suami beristirahat. Tak menuntut keduniaan yang tidak mampu diberikan suaminya. Yang sadar bahwa ridha-Nya ada pada ridha suaminya._

Yang langka itu....
_Suami yang mengerti bahwa istrinya bukan pembantu. Sadar tak melulu ingin dilayani. Malu jika menyuruh ini itu karena tahu istrinya sudah repot seharian urusan anak dan rumah. Yang tak berharap keadaan rumah lapang saat pulang karena sadar itulah resiko hadirnya amanah-amanah yang masih kecil. Yang sadar pekerjaan rumah tangga juga kewajibannya. Yang rela mengerjakan pekerjaan rumah tangga karena rasa sayangnya terhadap istrinya yang kelelahan._

Yang langka itu....
_Anak lelaki... yang sadar bahwa ibunya yang paling berhak atas dirinya. Yang mengutamakan memperhatikan urusan ibunya. Yang lebih mencintai ibunya dibanding mencintai istri dan anak-anaknya. Yang sadar bahwa surganya ada pada keridhaan ibunya._

Yang langka itu....
_Orang tua... yang sadar bahwa anak perempuannya jika menikah sudah bukan lagi miliknya. yang selalu menasehati untuk mentaati suaminya selama suaminya tidak menyuruhnya kepada perkara munkar. Yang sadar bahwa keridhaan Allah bagi anaknya telah berpindah pada ridha suaminya._

Yang langka itu....
_Seorang ibu... Yang meskipun tahu surga berada di bawah telapak kakinya. Tapi tidak pernah sekalipun menyinggung hal tersebut saat anaknya ada kelalaian terhadapnya. Yang selalu sadar bahwa mungkin segala kekurangan pada anak-anaknya adalah hasil didikannya yang salah selama ini. Yang sadar bahwa jika dirinya salah berucap atau do'a keburukan maka malaikat akan mengaminkan do'anya._

Yang langka itu....
_Anak yang senantiasa mendoakan kebaikan bagi orangtuanya dlm keheningan sepertiga malam terakhir. Meskipun sehari hari dlm kesibukan rumah tangganya. Dalam kesibukan usahanya. Dalam kesibukan pekerjaannya._

Yang langka itu....
_Orang-orang yg saling memberikan nasehat dalam kebenaran dan kesabaran. yang saling memaklumi jika hal-hal di atas lupa atau lalai dilakukan sehingga saling memaafkan diantara mereka. Maka rahmat Allah berada di antara mereka._

Rabu, 18 Januari 2017

Jualan Soto Cara Langit

Simak sebuah kisah yang bagus banget. Kisah yang sangat langka terjadi. Tetapi ini kenyataan. Inilah kisahnya.

"Dalam rangka perjalanan ke Solo,
suatu hari saya mampir makan di warung soto dekat hotel tempat saya menginap di Solo. Saya pikir soto ini pasti enak karena pengunjung nya sampai ke teras warung...
Suasananya rada aneh, ketika saya lihat sekeliling meja, banyak sekali abang-abang becak yang makan di sana.

"Hmmm.. Pantesan rame, sotonya memang benar-benar enak !"

Ketika selesai makan dan mau membayar,
Bu Amir pemilik warung soto itu melarang saya mengeluarkan uang.

"Tidak usah bayar Dik, terima kasih atas kunjungannya."

Dengan penuh rasa heran saya bertanya alasannya kenapa gak boleh bayar ?

"Ini hari Jumat Dik,
di sini tiap hari Jumat gratis!"

Ya Tuhan,
terjawab sudah kenapa sebagian besar yang makan di warung ini tukang becak.
Setengah bingung saya mencoba mendekat ke tempat Bu Amir duduk.

"Ibu, apa gak rugi jual soto seharian gak dapat uang?", tanya saya setengah menyelidik.
"Dik, dari hari Sabtu sampai hari Kamis kan alhamdulillah kami dikasih rizki,
dikasih untung sama Allah !!!
Kalau kami bersyukur dengan cara menggratiskan satu hari, untung kami masih sangat banyak untuk ukuran kami.
Kalau mau jujur seharusnya kami memberikan hak kepada Allah minimal 30% !
Coba adik pikir, siapa yang menggerakkan hati pelanggan-pelanggan kami untuk datang kemari ?
Kalau kami harus membayar salesman, berapa uang yang harus kami bayar ?
Semoga dengan 1/7 bagian ini Allah ridho. Sebagian besar dari hasil usaha ini kami gunakan untuk membiayai 4 anak kami.
Mereka kuliah semua Dik. Satu di kedokteran UGM, satu di Teknik Sipil ITB, yang 2 lagi di UNS sini. Kalau bukan karena pertolongan Allah, mana bisa usaha kami yang sekecil ini membiayai kuliah 4 orang !"
Bu Amir menjelaskan panjang lebar.

Jelegerrr.. !!! Saya seperti disambar petir.

Warung soto sebesar ini bisa membiayai anaknya 4 kuliah di Universitas Negeri semua !
Malah masih bisa memberi makan kepada tukang-tukang becak dan semua orang yang berkunjung ke warungnya setiap HARI JUMAT, GRATIS lagi !!!

Saya gak kehilangan akal, untuk membayar rasa kagum dan rasa bersalah makan soto gratis, saya masuk mall.
Saya membeli dompet cantik buat hadiah Bu Amir.
Saya pikir, masa Bu Amir gak mau dikasih dompet secantik ini ?"
Dalam waktu tidak sampai satu jam saya sudah kembali ke warungnya.

"Lho, kok balik lagi,
ada yang ketinggalan Dik ?", sapa Bu Amir heran.

"Mohon maaf Bu,
ini hadiah dari saya tolong diterima.
Anggap saja sebagai kenang-kenangan dari saya buat ibu yang telah memberi pelajaran hidup yang sangat berarti buat saya."

Dengan senyum tulus dan bicaranya halus Bu Amir menolak:
"Dik, terimakasih hadiahnya.
Maaf, bukan ibu menolak. Ibu cukup pake dompet ini saja,
kenang-kenangan dari suami ibu ketika beliau masih ada.
Awet banget, ini sampe sekarang masih bagus."
Bu Amir menepuk bahu saya.
"Bawa saja pulang dan hadiahkan buat istrimu. Percayalah, istrimu pasti senang dapat oleh-oleh dari Solo.
Adik mampir di warung Ibu saja sudah merupakan sebuah kebahagiaan yang tidak ternilai.
Ibu senang, benar-benar senang sudah bisa ngobrol sama adik."
Begitu kata Bu Amir sambil tersenyum.

Saya kehilangan akal dan hanya bisa pamit sambil menundukkan kepala.

Selamat bersyukur atas berkah.
MaasyaaAllah, memuliakan ummat berarti mendekatkan rizki dari Allah SWT.

Inilah kisah yang sangat inspiratif. Bila mayoritas pengusaha berfikir sejauh Bu Amir,  tak  akan ditemukan di negeri ini ummat yang kelaparan atau meminta-minta. Dan mesti akan dibukakan barokah dari langit.

Senin, 16 Januari 2017

Aku dan 3 Isteriku

Ketika poligami menjadi sesuatu yang menakutkan, kami sudah menjalaninya dengan menyenangkan. Aku dikaruniai 3 istri yang sangat mendukung perjuanganku. Ketiga istriku saling bersinergi menghadirkan surga di dunia ini menuju surga sebenarnya nanti.

Aku menikahi istri pertamaku pada saat usiaku masih sangat belia. Aku jatuh hati pada pandangan pertama. Tak perlu waktu lama untuk memproses pernikahanku. Istri pertamaku sangat sayang kepadaku, ia selalu menuntun dan membimbingku setiap aku ditimpa masalah dalam hidup. Aku tak akan pernah kehilangan cinta kepadanya.

Istri pertamakulah yang menunjukkan aku pada calon istri keduaku. Aku banyak mengetahui dia dari istri pertamaku itu. Begitu banyak hal yang menarik yang ditunjukkan calon istri keduaku itu, maka tak perlu waktu lama, akupun segera menikahinya. Aku begitu bersemangat, bergairah hidup bersama keduanya.

Tak berhenti sampai disini kebahagiaanku. Kedua istriku itu membujukku untuk segera memperistri seorang akhwat shalihah yang aku sendiri belum pernah mengenal dia sebelumnya, kecuali dari selembar biodata dan sehelai pas foto hitam putih ukuran 4×6. Bahkan usiaku belum genap 24 tahun saat itu. Tapi karena aku sudah sangat percaya kepada kedua istriku itu, maka dengan mengucap bismillah aku menikahi istri ketigaku.

Alhamdulillah lengkap sudah kebahagiaanku, apalagi di kemudian hari dari rahimnya terlahir 5 orang anak yang lucu-lucu. Tapi dibanding yang lainnya, istri ketiga ini paling banyak berkorban. Demi kedua istriku sebelumnya, dia lebih banyak mengalah untuk memberiku waktu lebih banyak bersama mereka. Dia sudah tahu bahwa aku menikahi istri pertama dan kedua atas dasar cinta, tapi aku menikahi istri ketigaku atas dasar cintaku pada kedua istriku pertamaku itu. Cinta itu baru tumbuh belakangan, setelah kutahu bahwa dia begitu cinta kepadaku. Istriku ketigaku pun sangat hormat, cinta dan sayang kepada dua istri pertamaku.

🌻Istri pertamaku bernama Ilmu, dia begitu bercahaya dihatiku.

🌹 Istri keduaku bernama Dakwah, ia begitu menginspirasi gerak kehidupanku.

🌷 Dan istri ketigaku itulah istriku sebenarnya, yang rela menikah denganku atas bimbingan Ilmu dan Dakwah. Semoga cinta ini kekal hingga ke surga.

Jangan berhenti untuk menuntut Ilmu karena ia yang akan menerangi jalan hidup mu.
Jangan berhenti berdakwah walau terasa begitu berat.
Dan jangan berhenti mencintai isteri mu karena ia yang selalu mendukung mu.

Sabtu, 14 Januari 2017

SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK: Menjadikan al-Qur'an Sebagai Yang Utama

Dikisahkan oleh seorang ustad pada saat kuliah subuh, Ustadz yang berceramah menceritakan kisah nyata dari seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang sedang mencari sistem pendidikan terbaik yang dapat menghasilkan dan mencetak generasi yang cerdas, bermartabat dan bisa bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Untuk mencari sistem pendidikan terbaik itu, rektor tersebut pergi ke Timur Tengah untuk meminta nasihat dari seorang ulama terkemuka di sana.
Ketika bertemu dengan ulama yang ingin ditemuinya, lalu dia menyampaikan maksudnya untuk meminta saran bagaimana menciptakan sistem pendidikan terbaik untuk kampus yang dipimpinnya saat ini.

Sebelum menjawab pertanyaan dari rektor, ulama tersebut bertanya bagaimana sistem pendidikan saat ini di Indonesia mulai dari tingkat bawah sampai paling atas?

Rektor menjawab, "Paling bawah mulai dari SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, D3 3 tahun atau S1 4 tahun, S2 sekitar 1.5 - 2 tahun, dan setelah itu S3 untuk yang paling tinggi."

"Jadi untuk sampai S2 saja butuh waktu sekitar 18 tahun ya?" Tanya Sang Ulama.

"Iya!!!", jawab rektor tersebut.

"Lalu bagaimana jika hanya lulus sampai di SD saja selama 6 tahun, pekerjaan apa yang akan bisa didapat?" Tanya kembali Sang Ulama.

"Kalau hanya SD paling hanya buruh lepas atau tukang sapu jalanan, tukang kebun dan pekerjaan sejenisnya."

" Tidak ada pekerjaan yang bisa diharapkan jika hanya lulus SD di negeri Kami." Jawab si rektor.

"Jika Lulus SMP bagaimana?"

"Untuk SMP mungkin jadi office boy (OB) atau cleaning service," jawab kembali si rektor.

"Kalau SMA bagaimana?"

"Kalau lulus SMA masih agak mending pekerjaan nya di negeri Kami, bisa sebagai operator di perusahaan-perusahaan" lanjut si rektor.

"Kalau lulus D3 atau S1 bagaimana?" Bertanya kembali Sang Ulama.

"Klo lulus D3 atau S1 bisa sebagai staff di kantor dan S2 bisa langsung jadi manager di sebuah perusahaan" kata si rektor.

"Berarti untuk mendapatkan pekerjaan yang enak di negeri Anda minimal harus lulus D3/S1 atau menempuh pendidikan selama kurang lebih 15-16 tahun ya?" Tanya kembali sang Ulama.

"Iya betul !!!!" jawab si rektor.

"Sekarang coba bandingkan dengan pendidikan yang Islam ajarkan"

"Misal selama 6 tahun pertama (SD) hanya mempelajari dan menghapal Al-Qur'an, apakah bisa hapal 30 juz?" Tanya Sang Ulama.

"In Shaa Alloh bisa" jawab si rektor dengan yakin.

"Apakah ada hafidz Qur'an di negeri Anda yang bekerja sebagai buruh lepas atau tukang sapu seperti yang Anda sebutkan tadi untuk orang yang hanya Lulus SD?" Kembali tanya Sang Ulama.

"Tidak ada !!!", jawab si rektor.

"Jika dilanjut 3 tahun berikutnya mempelajari dan menghapal hadis apakah bisa menghapal ratusan hadis selama 3 tahun?"

" Bisa !!!", jawab si rektor.

"Apakah ada di negara Anda orang yang hapal Al-Qur'an 30 juz dan ratusan hadis menjadi OB atau cleaning service?"

" Tidak ada !!!", jawab kembali si rektor.

"Lanjut 3 tahun setelah itu mempelajari tafsir Al-Qur'an, apakah ada di negara Anda orang yang hafidz Qur'an, hapal hadis dan bisa menguasai tafsir yang kerjanya sebagai operator di pabrik?" Tanya kembali ulama tersebut.

"Tidak ada !!!", jawab si rektor.

Rektor tersebut mengangguk mulai mengerti maksud sang ulama.

"Anda mulai paham maksud Saya?"

" Ya !!!", jawab si rektor.

"Berapa lama pelajaran agama yang diberikan dalam seminggu?"

" Kurang lebih 2-3 jam" jawab si rektor.

Sang ulama melanjutkan pesannya kepada si rektor...

"jika Anda ingin mencetak generasi yang cerdas, bermartabat, bermanfaat bagi bangsa dan agama, serta mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus nanti, Anda harus merubah sistem pendidikan Anda dari orientasi dunia menjadi mengutamakan orientasi akhirat karena jika Kita berfokus pada akhirat Inshaa Allah dunia akan didapat. Tapi jika sistem pendidikan Anda hanya berorientasi pada dunia, maka dunia dan akhirat belum tentu akan didapat. Pelajari Al-Qur'an karena orang yang mempelajari Al-Qur'an, Allah akan meninggikan derajat orang tersebut di mata hamba-hambaNya."

"Itulah sebabnya Anda tidak akan menemukan orang yang hafidz Qur'an di negara Anda atau di negara manapun yang berprofesi sebagai tukang sapu atau buruh lepas walaupun orang tersebut tidak belajar sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi karena Alloh yang memberikan pekerjaan langsung untuk para hafidz Qur'an. Hafidz Qur'an adalah salah satu karyawan Allah dan Allah sayang sama mereka dan akan menggajinya lewat cara-cara yang menakjubkan."

"Tidak perlu gaji bulanan tapi hidup berkecukupan."

Itulah pesan Sang Ulama kepada rektor tersebut. Bagaimana dengan kita, atau anda sekalian. Sudahkan menjadikan al-Qur'an sebagai yang pertama dan utama?

Kisah Seorang Imam Masjid: Kejujuran Berbuah Iman

Dikisahkan ada seorang imam masjid di London, setiap hari pergi pulang dari rumahnya ke masjid dengan mengendarai bus umum. Ongkos bus tersebut dibayar pakai kartu (card), atau langsung ke sopir karena bus tidak memiliki kondektur. Setelah bayar, baru kemudian cari tempat duduk kosong.
Sang imampun bayar ongkos pada sopir lalu menerima kembalian, sebab hari itu ia tidak punya uang pas…baru kemudian duduk di bangku belakang yang kosong....

Di tempat duduknya dia menghitung uang kembalian dari sopir yang ternyata lebih 20 sen.

Sejenak iapun terpikir...uang ini dikembalikan atau tidak yah..? Ah cuma 20 sen ini…ah dia (sopir) orang kafir ini…atau aku masukin saja ke kotak amal di masjid…?

Setelah sampai di tempat tujuan, ia pun hendak turun bus dengan berjalan melewati sopir bus tersebut. Dalam hatinya masih bergejolak atas uang 20 sen itu, antara dikembalikan atau tidak. Namun ketika sampai di dekat sopir, spontan iapun mengulurkan 20 sen sambil berkata:
☪“Maaf , Uang kembaliannya tadi berlebih 20 sen”.

Tanpa disangka tanpa dinyana.. sopir itu mengacungkan jempol seraya berkata:
🚌“Anda berhasil..!!!”

☪“Apa maksud anda..?” Tanya imam masjid

🚌“Bukankah anda imam masjid yang di sana tadi ?” Tanya sopir.

☪“Betul” jawabnya

Lantas sopir itu berkata…
_“Sebenarnya sejak beberapa hari ini saya ingin datang ke masjid anda untuk belajar dan memeluk Islam.. tapi timbul keinginan di hati saya untuk menguji anda sebagai imam masjid, apa benar Islam itu seperti yang saya dengar : *jujur, amanah dan sebagainya.* Saya sengaja memberikan kembalian berlebih dan anda berhasil. Saya akan masuk Islam”._ Kata sopir tersebut..

_*Astaghfirullah....*_
Alangkah tercengangnya imam masjid tersebut, sambil beristighfar berkali-kali menyesali apa yang dipikirkannya tadi. Hampir saja ia kehilangan kepercayaan hanya dengan uang 20 sen itu.

Dari kisah tersebut di atas dapat diambil pelajaran yang sangat berharga. Seorang Muslim harus senantiasa menjaga sikap jujur. Kejujuran merupakan akhlak yang mulia. Maka dari itu, sifat jujur merupakan salah satu sifat Rasul, bahkan menjadi sifat yang pertama yaitu shiddiq.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga, sesungguhnya jika seseorang yang senantiasa berlaku jujur hingga ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta."
(HR. Bukhari no.5629)

Seorang yang jujur ditambah pintar membanggakan.

Seorang yang pintar tanpa kejujuran membahayakan.

Seorang yang jujur ditambah amanah menceriakan.

Seorang amanah tanpa kejujuran penghianat.

Maka dari itu, kejujuran sifat pertama yang harus dimiliki seorang insan.

Jumat, 13 Januari 2017

TIGA HAL YANG TAK MUNGKIN BISA KEMBALI

Ada banyak pelajaran hidup yang perlu diperhatikan dan dipegang teguh. Hal tersebut bila terabaikan kita sendiri yang merugi. Baiklah perhatikan ini dan jangan terlewatkan.

#PERTAMA : Waktu

Tidak sedikit yang menyesali waktu berlalu tanpa manfaat. Waktu lewat bagaikan kilat, berlalu tanpa bisa menunggu. Tak terasa kemarin hari Kamis yang penuh memanis, kini Jum'at yang belum termanfaat, besok Sabtu yang masih belum tahu. Memang waktu begitu singkat, sedikit lengah waktu mencampakan, sedikit lalai dunia menggilas.

Maka tak heran bila al-Qur'an selalu mengingatkan, "Demi masa, sesungguhnya manusia merugi (al-Ashr : 1-2)", "Demi waktu duha )ad-Duha : 1)", "Demi malam apabila telah menutupi cahaya siang (al-Lail : 1)".

Betapa pentingnya waktu, sehingga Allah bersumpah dengan waktu. Waktu, bila telah berlalu tak munmgkin dapat kembali. Peristiwa yang lewat tak mungkin dapat diputar kembali. Maka, jangan sampai waktu berlalu begitu saja. Manfaatkan waktu setiap detik yang tersisa. Karena waktu lebih berharga dari pada Mas (الوقت اثمن من الذهب)

#KEDUA: Ucapan

Betapa bermanfaatnya sebuah ucapan. Begitu juga bahaya yang didapat dari sebuah perkataan. Menjaga ucapan terkadang begitu sulit. Sebuah peribahasa mengatakan, " سلامة الانسان في حفظ", Seseorang dapat selamat karena lisan dan juga dapat celaka karena lisan.

Menjaga lisan berarti menjaga ucapan yang terucap darinya. Ucapan bila sudah keluar tak dapat kembali. Perkataan yang salah tak dapat diulang atau direview. Maka dari itu, menjaga ucapan suatu kepastian. Jagalah ucapan mu, karena "mulutmu adalah harimau mu".

#KETIGA: Kesempatan

Tidak banyak waktu yang tersisa bisa tak termanfaatkan secara bijak. Kesempatan bila berlalu tidak akan pernah kembali. Karena kesempatan tidak pernah kembali yang kedua kali.

Inilah, tiga hal yang tak mungkin dapat kembali bila tak dipergunakan. Maka, ambillah kesempatan yang datang. Gunakanlah waktu yang  Ada jangan sampai berlalu begitu saja tanpa manfaat. Serta, jagalah ucapan karena sebabnya bisa menimbulkan bahagia atau nestapa.

Kamis, 12 Januari 2017

RENUNGAN UNTUK KITA PENDIRI SHALAT

Bila engkau anggap sholat itu hanya penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.

Bila kau anggap sholat hanya sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya.

Anggaplah sholat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.

Anggaplah sholat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah SWT.

Anggaplah sholat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah SWT.

Anggaplah sholat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.

Bayangkan ketika "adzan berkumandang", tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih dekat dengan-Nya.

Bayangkan ketika kau " takbir", Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.

Bayangkanlah ketika "rukuk", Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhan-Nya.

Bayangkan ketika "sujud", Allah mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua telingamu: "Aku Mencintaimu hamba-Ku".

Bayangkan ketika kau "duduk di antara dua sujud", Allah berdiri gagah di depanmu, lalu mengatakan: "Aku tak akan diam apabila ada yang mengusikmu".

Bayangkan ketika kau memberi "salam", Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu.