Peserta Ujian Semester-an Mengisi Lembar Jawaban

Suasana keseriusan dan penuh khidmat di kelas ruang ujian pada Ujian Semester Ganjil Tahun 2016.

Para Teachers Ceria dan Semangat dalam Membimbing Belajar

Para Teachers siap memberikan arahan, bimbingan pembelajaran kapan dan dimanapun, di kelas maupun di jam pelajaran.

Apresiasi Peserta Didik dalam Pembelajaran di Ruang Kelas Bersama Teachers

Anak didik tidak merasakan lelah, kebosanan dengan metode pembelajaran yang Active Learning dari para Teacher berpengalaman.

Pendampingan Siswa/i dalam Kegiatan Pembelajaran

Pendampingan terhadap anak didik yang diberikan Teachers merupakan kunci sukses dalam pembelajaran di BIC.

Keharmonisan Para Teacher dengan Sesama Tenaga Pendidik

Menjaga solidaritas dan harmonisasi sesama Tenaga Pendidik sangat memungkinkan berefek baik pada Peserta Didik.

Tampilkan postingan dengan label Muhasabah Malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah Malam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Maret 2017

TENTARA-TENTARA ALLAH BERADA DI SEKITAR KITA

# AIR itu tentara Allah; yang menenggelamkan kaum nabi Nuh karena membully dan mencaci maki utusan-Nya. Mereka semua mati.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim". [QS. Al-Ankabut : 14]

# ANGIN itu tentara Allah; yang menghempaskan kaum 'Ad karena sombong dengan kemajuan teknologi arsitekturnya. Mereka semua mati.

فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ

"Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa"

سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ

"yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk)"

فَهَلْ تَرَىٰ لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ

"Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka." [QS. Al-Haaqqah : 6-8]

# PETIR itu tentara Allah; yang menyambar kaum Tsamud karena sombong menantang adzab-Nya. Mereka semua mati.

كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۗ أَلَا إِنَّ ثَمُودَ كَفَرُوا رَبَّهُمْ ۗ أَلَا بُعْدًا لِثَمُودَ

"Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud." [QS. Hud : 68]

# TANAH itu tentara Allah; yang menelan kaum Sodom karena berprilaku bejat, homoseks dan lesbian. Mereka semua mati.

فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ

"Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit."

فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ

"Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras."

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِلْمُتَوَسِّمِينَ

"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda."

وَإِنَّهَا لَبِسَبِيلٍ مُقِيمٍ

"Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia)." [QS. Al-Hijr : 73-76]

# HAWA PANAS itu tentara Allah; yang menyengat kaum Madyan karena curang dalam bertransaksi. Mereka semua mati.

وَأَصْحَابُ مَدْيَنَ ۖ وَكُذِّبَ مُوسَىٰ فَأَمْلَيْتُ لِلْكَافِرِينَ ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

"Dan penduduk Madyan, dan telah didustakan Musa, lalu Aku tangguhkan (azab-Ku) untuk orang-orang kafir, kemudian Aku azab mereka, maka (lihatlah) bagaimana besarnya kebencian-Ku (kepada mereka itu)."
[QS. Al-Hajj : 44]

LAUT itu tentara Allah; yang menenggelamkan Fir'aun dan bala tentaranya karena sombong mengaku diri sebagai Tuhan. Mereka semua mati.

وَإِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ

"Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu."

وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَأَنْجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ

"Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan." [QS. Al-Baqarah : 50]

Dalam sejarah tercatat, tentara-tentara Allah itu datang setelah peringatan dari para utusan dan pembela agama-Nya diabaikan. Tak pernah ada penentang Rasul, utusan dan penista-Nya yang menang. Sumua pasti binasa. Penista berencana makar terhadap RasulNya, namun Allah sebaik-baik perencana.

Rabu, 01 Maret 2017

Perhatikeun dan Leunyeupkeun, Jadikeun Pepeling!

PERHATIKAN :
SEBATANG POHON DAPAT MEMBUAT JUTAAN BATANG KOREK API

TAPI SATU BATANG KOREK API JUGA DAPAT MEMBAKAR JUTAAN POHON

JADI, SATU FIKIRAN NEGATIF DAPAT MEMBAKAR SEMUA FIKIRAN POSITIF

KOREK API MEMPUNYAI KEPALA, TETAPI TIDAK PUNYA OTAK

OLEH KARENA ITU SETIAP KALI ADA GESEKAN WALAU KECIL, SANG KOREK API TERUS TERBAKAR

MANUSIA MEMPUNYAI KEPALA, DAN JUGA OTAK

MAKA TIDAK PERLU MUDAH TERBAKAR MARAH HANYA KARENA GESEKAN KECIL

KETIKA BURUNG HIDUP, IA MAKAN ULAT

KETIKA BURUNG MATI, ULAT MAKAN BURUNG

WAKTU TERUS BERPUTAR, RODA KEHIDUPAN TERUS BERLALU

JANGAN MERENDAHKAN SIAPAPUN DALAM HIDUP,
BUKAN KARENA SIAPA MEREKA, TETAPI KARENA SIAPA DIRI KITA

KITA MUNGKIN BERKUASA TETAPI ALLAH LEBIH SANGAT BERKUASA DARI PADA KITA

WAKTU KITA SEDANG BERJAYA, BANYAK TEMAN BARU DI SEKELILING KITA

WAKTU KITA SUSAH, BARU KITA TAHU SIAPA SAHABAT KITA

DAN WAKTU KITA SAKIT PARAH, BARU KITA TAHU BAHWA NIKMAT SEHAT ITU SANGAT BERNILAI, JAUH MELEBIHI HARTA

KETIKA KITA TUA, KITA BARU TAHU BAHWA MASIH BANYAK YANG BELUM KITA KERJAKAN

DAN, SETELAH DI AMBANG AJAL, KITA BARU TAHU BEGITU BANYAK WAKTU YANG TERBUANG SIA-SIA

HIDUP TIDAKLAH LAMA, SUDAH SAATNYA KITA BERSIAP-SIAP KE PERJALANAN HIDUP DELANJUTNYA

KERETA KEHIDUPAN BEBERAPA MENIT LAGI BETANGKAT, MENUJU STASIUN BERIKUTNYA YAITU ALAM KUBUR.

INI SUATU KEPASTIAN !!!

Antara Ibu dan Pasangan

Saat senang kita cari pasangan.
Saat sedih kita baru cari ibu.

Saat sukses kita cerita pada pasangan.
Saat gagal kita cerita pada ibu.

Saat bahagia kita peluk erat pasangan.
Saat sedih kita peluk erat ibu.

Saat liburan kita bawa pasangan.
Saat aku BT kita mampir ke rumah ibu.

Selalu kita ingat pasangan.
Selalu ibu yang ingat kita.

Setiap saat kita akan telepon pasangan.
Kalau lagi inget baru kita akan telpon ibu.

Selalu kita belikan hadiah untuk pasangan.
Entah kapan kita akan belikan hadiah untuk ibu.

Kalau kita peka, seolah ibu akan mengatakan :
"Anakku, kalau kau sudah habis belajar dan berkerja, bolehkah kau kirim uang untuk ibu? Ibu tidak minta banyak, lima puluh ribu sebulan pun cukup."

Namun, sadarkah kita? Pekakah kita? Kebanyakan tidak yah!

Lalu, ada juga yang menggumam :
"Ibu tak butuh uang mu! Tak butuh kirimanmu setiap bukannya! Tak butuh rumah besar yang kalian bangunkan! Tak butuh kendaraan yang kalian berikan!
Yang ibu butuhkan bertemu dengan mu anakku! Bercengkrama denganmu dan anak-anakmu! Itu saja anakku!"

Tidakkah terkadang kita merasa sudah cukup berbakti dengan mentransfer sejumlah uang untuk ibu, yang terkadang nan jauh disana, di kampung. Kita bersuka ria, berbahagia dengan pasangan dan anak-anak kita. Sedangkan Ibu sepi, sendirian tak berteman siapapun dari anak-anaknya.

Kita terkadang mementingkan pekerjaan yang menghasilkan gaji besar dari pada bertemu Ibu di hari yang sangat penting seperti Idul Fitri.

Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya.

Berapa banyak yang sanggup melap muntah ibunya.

Berapa banyak yang sanggup memandikan ibunya.

Berapa banyak yang sanggup membersihkan kotoran ibunya.

Berapa banyak yang sanggup membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya.

Berapa banyak yang sanggup berhenti bekerja untuk menjaga ibunya.

Padahal....
Surga berada di telapak kaki Ibu.

Ibu adalah bidadari!!!
Seorang ibu mampu merawat 10 anak, tetapi 10 anak belum tentu sanggup merawat seorang ibu.

Berbaktilah, berbuat baiklah kepada Ibu kita, selagi Ibu masih hidup.
Jangan kita sia-siakan kesempatan yang berharga ini, karena kita belum tahu berapa lama lagi kita masih bisa bersama ibu kita!
Tidak tahu berapa lama lagi kita bisa menatap wajahnya yang wajahnya penuh dengan gurat-gurat ketuaan!

Yakinlah, bila Ibu tiada kita akan baru merasakan betapa Ibu kita sayang sekali sama anak-anaknya.
Kita hanya akan mendapati batu nisan yang terus membisu.

Sadarlah! Mari kita muliakan Ibu kita selagi sempat.

Selasa, 28 Februari 2017

Dakwah....

▫# Dakwah itu membina, bukan menghina.

▫# Dakwah itu mendidik, bukan 'membidik'

▫# Dakwah itu mengobati bukan melukai.

▫# Dakwah itu mengukuhkan bukan meruntuhkan.

▫# Dakwah itu saling menguatkan, bukan saling melemahkan.

▫# Dakwah itu mengajak, bukan mengejek.

▫# Dakwah itu menyejukkan, bukan memojokkan.

▫# Dakwah itu mengajar, bukan menghajar.

▫# Dakwah itu saling belajar, bukan saling bertengkar.

▫# Dakwah itu menasehati bukan mencaci maki.

▫#Dakwah itu merangkul bukan memukul.

▫# Dakwah itu ngajak bersabar, bukan ngajak mencakar.

▫# Dakwah itu argumentative, bukan provokatif.

▫# Dakwah itu bergerak cepat, bukan sibuk berdebat.

▫# Dakwah itu realistis bukan fantastis.

▫# Dakwah itu mencerdaskan bukan membodohkan.

▫# Dakwah itu menawarkan solusi bukan mengumbar janji.

▫# Dakwah itu berlomba dalam kebaikan bukan berlomba saling menjatuhkan.

▫# Dakwah itu menghadapi masyarakat bukan membelakangi masyarakat.

▫# Dakwah itu memperbaharui masyarakat, bukan membuat masyarakat baru.

▫# Dakwah itu mengatasi keadaan bukan meratapi kenyataan.

▫# Dakwah itu pandai memikat, bukan mahir mengumpat.

▫# Dakwah itu menebar kebaikan bukan mengorek kesalahan.

▫# Dakwah itu menutup aib dan memperbaikinya, bukan mencari aib dan menyebarkannya.

▫# Dakwah itu menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran.

▫# Dakwah itu mendukung semua program kebaikan bukan memunculkan keraguan.

▫# Dakwah itu memberi senyum manis, bukan menjatuhkan vonis.

▫# Dakwah itu berletih-letih menanggung problema umat, bukan meletihkan umat.

▫# Dakwah itu menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan.

▫# Dakwah itu kompak dalam perbedaan, bukan ribut mengklaim kebenaran.

▫# Dakwah itu siap menghadapi musuh bukan selalu mencari musuh.

▫# Dakwah itu mencari teman, bukan mencari lawan.

▫# Dakwah itu melawan kesesatan bukan mengotak-atik kebenaran.

▫# Dakwah itu asyik dalam kebersamaan bukan bangga dengan kesendirian.

▫# Dakwah itu menampung semua lapisan, bukan memecah belah persatuan.

▫# Dakwah itu kita mengatakan: "aku cinta kamu" bukan "aku benci kamu"

▫# Dakwah itu kita mengatakan: "Mari bersama kami" bukan "Kamu harus ikut kami".

▫# Dakwah itu "Biaya Sendiri" bukan "Dibiayai/Disponsori"

▫# Dakwah itu "Habis berapa ?" bukan "Dapat berapa ?"

▫# Dakwah itu "Memanggil/Mendatangi bukan "Dipanggil/Panggilan"

▫# Dakwah itu "Saling Islah" bukan "Saling Salah"

▫# Dakwah itu di masjid, di sekolah, di pasar, di kantor, di parlemen, di jalanan, hingga dimana saja, bukan hanya di pengajian.

▫# Dakwah itu dengan "Cara Nabi" bukan dengan "Cara Sendiri"

Rabu, 08 Februari 2017

EVOLUSI TUBUH MANUSIA SETELAH TIDAK BERNAFAS

MALAM PERTAMA SETELAH DIKUBURKAN...!!!

PEMBUSUKAN BERMULA PADA BAGIAN PERUT DAN KEMALUAN.

SUBHANALLAH, PERUT DAN KEMALUAN ADALAH DUA HAL
TERPENTING YANG ANAK CUCU ADAM SALING BERGULAT DAN
MENJAGANYA DI DUNIA.

SETELAH ITU,
JASAD AKAN MULAI BERUBAH MENJADI HIJAU KEHITAMAN.

SETELAH BERBAGAI SOLEKAN DAN ALAT-ALAT KECANTIKAN
SEMASA HAYAT DI DUNIA,
SETELAH MENINGGAL DUNIA MANUSIA HANYA AKAN MEMILIKI SATU WARNA SAJA.

MALAM KEDUA ANGGOTA-ANGGOTA TUBUH YANG LAIN SEPERTI LIMPA, HATI DAN PARU-PARU
AKAN MULAI MEMBUSUK.

HARI KETIGA ANGGOTA-ANGGOTA TUBUH MULAI MENGELUARKAN BAU YANG BUSUK.

SETELAH SEMINGGU,
WAJAH DAN MATA MULAI MEMBENGKAK.

SETELAH 10 HARI TETAP TERJADI PEMBUSUKAN PADA ANGGOTA-ANGGOTA
TUBUH YANG LAIN.

SETELAH 2 MINGGU RAMBUT MULAI GUGUR DAN LALAT HIJAU MULAI MENCIUM BAU BUSUK DARI JARAK 5 KM DAN ULAT-ULATPUN MULA MENUTUPI SELURUH TUBUH.

SETELAH 6 BULAN SEMUA ANGGOTA TELAH TIADA,
YANG TINGGAL CUMA TULANG RANGKA.

SETELAH 25 TAHUN, RANGKA TUBUH INI AKAN BERUBAH MENJADI SEMACAM
BIJI DAN DIDALAM BIJI TERSEBUT BERUPA SATU
TULANG CELL YANG SANGAT KECIL YANG DIPANGGIL ‘AJBUDZ DZANAB’
(TULANG EKOR).

DAN CELL KECIL TETSEBUT TIDAK AKAN HANCUR WALAU DENGAN PANAS RIBUAN DERAJAT SEKALI PUN..!!

DAN DARI TULANG INILAH KITA AKAN DIBANGKITKAN OLEH
ALLAH SUBHANAHU WA TAA'ALA PADA HARI KIAMAT.

MASIHKAH BERANI SOMBONG  DENGAN KECANTIKAN DAN KETAMPANAN? TAK ADA YANG TERSISA SETELAH MATI.

MASIHKAH AKAN DITERUSKAN PERBUATAN DZALIM PADA SESAMA? PADAHAL SETIAP ANGGOTA TUBUH DIMINTAI PERTANGGUNGJAWABAN.

INGATLAH AKHIRAT???!!!