Peserta Ujian Semester-an Mengisi Lembar Jawaban

Suasana keseriusan dan penuh khidmat di kelas ruang ujian pada Ujian Semester Ganjil Tahun 2016.

Para Teachers Ceria dan Semangat dalam Membimbing Belajar

Para Teachers siap memberikan arahan, bimbingan pembelajaran kapan dan dimanapun, di kelas maupun di jam pelajaran.

Apresiasi Peserta Didik dalam Pembelajaran di Ruang Kelas Bersama Teachers

Anak didik tidak merasakan lelah, kebosanan dengan metode pembelajaran yang Active Learning dari para Teacher berpengalaman.

Pendampingan Siswa/i dalam Kegiatan Pembelajaran

Pendampingan terhadap anak didik yang diberikan Teachers merupakan kunci sukses dalam pembelajaran di BIC.

Keharmonisan Para Teacher dengan Sesama Tenaga Pendidik

Menjaga solidaritas dan harmonisasi sesama Tenaga Pendidik sangat memungkinkan berefek baik pada Peserta Didik.

Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Maret 2017

Allah Pasti Mengabulkan Doa Hamba

‎. وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚإِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS. Ghofir : 60)

Guru saya pernah bercerita bahwa suatu hari dia ngajak jalan istri dan anaknya ke sebuah restoran, dan ketika tiba di sebuah restoran tibalah guru saya ini memesan nasi goreng ekstra pedas, ketika makanan sudah dihidangkan di depan mata dan sang anak melihat guru saya sangat menikmati makanannya, anaknya pun merengek, "yah, minta dong yah, itu nasi gorengnya, kelihatannya enak."

Walhasil karena iba seorang ayah, dikasihlah setengah sendok biar nyicipin nasgornya, dan belum juga makanan tersebut masuk ke dalam perut rasa pedasnya udah keluar, "kok pedes banget ya yah?" kata putra beliau".

Hikmah yang dapat kita petik dari peristiwa di atas, bahwa bila mana Allaah SWT belum memberikan apa yg kita rengek kepada-Nya bukan berarti Allah tidak mengabulkan permintaan kita atau doa-dia kita, namun kebijakan Allah-lah yang terjadi. Mungkin kita belum pantas, belum siap, untuk menerima anugerah tersebut.

Seolah Allah mengatakan, "Hai hamba-Ku, Aku tidak perkenankan permintaan-Mu karena yang kau minta bukanlah yang terbaik bagimu, atau belum pantas kau memilikinya".

Jadi, berhusnudzanlah kepada-Nya. Suatu saat bila kita telah pantas memilkinya Allah swt pasti memberikannya tanpa diminta. Maka, yang perlu kita lakukan adalah memantaskan diri.

Pantaskan dirimu menjadi yang kamu inginkan. Raih ilmunya pada "hal" yang kamu maksudkan. Ushakan dengan sekeras kemampuanmu sehingga kamu tidak pantas pada keadaanmu sekarang.

Rasul kita nabi Muhammad SAW bersabda:

‎ما من رجل يدعو بدعاء إلا استجيب له، فإما أن يعجل له في الدنيا، وإما أن يدخر له في الآخرة، وإما أن يكفر عنه من ذنوبه بقدر ما دعا، ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم، أو يستعجل. قالوا: يا رسول الله وكيف يستعجل؟ قال: يقول: دعوت ربي فما استجاب لي.رواه أحمد والترمذي.

"Tidaklah seseorang memanjatkan doa melainkan Allah akan mengabulkannya, (1) bisa jadi Allah kabulkan (hadirkan) permintaan tersebut ketika di dunia, dan (2) bisa jadi Allah simpan doa itu untuk Dia berikan padaNya ketika di akhirat kelak, atau (3) bisa jadi Allah hapuskan dosa-dosanya sepadan dengan doa-doa yang ia panjatkan, selama tidak memohonkan sesuatu yang menjerumuskan ke dalam dosa atau pemutusan tali silaturrahim, atau ia tergesa-gesa. Mereka (para sahabat) pun bertanya: dan seperti apakah tergesa-gesa (dalam doa) itu: beliau bersabda : ia (yg berdoa) berkata: aku udah berdoa tapi Allah tidak mengabulkan permohonanku. (HR. Ahmad & tirmidzi)

Di dalam sebuah riwayat:

‎وإما أن يصرف عنه من السوء مثلها، قالوا: إذن نكثر، قال: الله أكثر وأطيب. رواه أحمد وغيره من حديث أبي سعيد رضي الله عنه.

(3) dan bisa jadi Allah jauhkan ia dari keburukan yang semisal dengan doanya, mereka (para sahabat) pun berkata : maka mari kita perbanyak (doa), Rasulullah bersabda : Allaah Maha Lebih Banyak lagi Maha Lebih Baik. (HR. Ahmad dari Abu Sa'iid RA).

Mulailah berusaha dengan segenap kemampuan dari sekarang dan serahkan hasil segalanya pada Allah swt.

Sabtu, 18 Februari 2017

CARA BERSUCI KEMALUAN DENGAN BENAR

Seringkali kita merasa telah mencuci kemaluan kita dengan bersih dan benar.  Bersih belum berarti benar. Hal ini penting agar amal ibadah kita diterima.

Banyak orang merasa ibadah mereka bagus, tetapi sebenarnya masih tidak terlepas dari ancaman azab api neraka hanya karena tidak benar dalam mencuci kemaluannya.

Sayidina Abu Bakar R.A. pernah hendak menyolatkan mayat seorang lelaki, tetapi tiba2 tersentak dengan suatu benda bergerak-gerak dari dalam kain kafan lelaki itu. Lalu disuruhnya seseorang untuk membukanya. Alangkah terkejutnya ada seekor ular sedang melilit kepala kemaluan mayat lelaki itu.

Khalifah Abu Bakar mencabut pedang lalu menghampiri ular tadi untuk membunuhnya. Tetapi ular itu tiba2 berkata:

”Apakah salahku? Karena aku diutus oleh Allah untuk menjalankan tugas yang diperintahkan”

Setelah diselidiki amalan lelaki itu semasa hayatnya, ternyata dia merupakan orang yang menyepelekan dalam hal menyucikan kemaluannya setelah selesai membuang air kecil.

Jadi sebenarnya bagaimana cara membersihkan kemaluan kita dengan benar?

Lelaki dan wanita berbeda caranya. Bukan dibasuh sekadarnya dengan air dan asalkan bersih.

*LELAKI*:
Selepas membuang air kecil, disunahkan berdehem dua atau tiga kali supaya air kencing betul-betul sudah habis keluar.

Setelah itu urutlah kemaluan dari pangkal ke ujung beberapa kali, sehingga tiada lagi air kencing yang berada dalam saluran.
Kemudian basuhlah dgn air sampai bersih.

*WANITA*:
Apabila membasuh kemaluannya, hendaklah ia berdehem dan pastikan dicuci bagian dalamnya dengan memasukan sedikit  jari tengah dan diputar-putarkan sewaktu disiram air bersih.

Bukan dengan hanya menyiram air semata-mata, karena hanya dengan menyiram air saja tidak dapat membersihkan bagian dalam kemaluan wanita secara sempurna.

*SANGAT PENTING*:

Begitu juga semasa membasuh air besar (berak) sangat penting untuk memasukan satu jari kedalam dubur. Putarkan beberapa kali supaya najis keluar dari dinding dubur, sambil siram dgn air hingga terasa najis benar2 telah hilang dan bersih.

Sudah benar atau tidak kah cara membersihkan kemaluan kita selama ini? Kalau belum benar, mari bersama2 kita betulkan supaya diri kita bersih dengan cara yang benar. Karena telah dijanjikan neraka bagi mereka yg tidak istibro' (menyucikan diri dengan sempurna baik hadas kecil/hadas besar.

Jumat, 13 Januari 2017

Bersedekah Tidak Harus Uang

Sedekah merupakan perbuatan yang kebaikannya abadi. Pahalanya juga abadi bagi pelakunya walau pensedekah sudah tiada.

Namun, masih banyak anggapan kalau sedekah harus dengan uang. Padahal tidak hanya itu, sedekah bisa dilakukan dengan apa saja yang  kita mampu. Selain itu  ada  juga yang dituturkan Rasulullah saw berikut.

‎عَنْ أَبِـيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّٰـهِ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ سُلَامَـى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ : تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِـيْ دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا ، أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَـمْشِيْهَا إِلَـى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ ، وَتُـمِيْطُ اْلأَذَىٰ عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ. (رَوَاهُ الْـبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap persendian manusia wajib bersedekah pada setiap hari manakala matahari terbit di hari itu: engkau berlaku adil kepada dua orang (yang sedang bertikai/berselisih) layaknya sedekah, engkau membantu seseorang menaikannya ke atas hewan tunggangannya atau engkau menaikkan barang bawaannya ke atas hewan tunggangannya terhitung sedekah, tutur kata yang baik juga sedekah, setiap langkah yang engkau jalankan menuju (ke masjid) untuk shalat adalah sedekah, dan engkau menghilangkan/membersihkan gangguan yg ada di tengah jalan termasuk sedekah.’” [HR. al-Bukhâri dan Muslim]

Dari hadits di atas dapat diketahui bahwa bersedekah tidak mesti dengan uang.

Banyak pintu-pintu sedekah yang bisa kita lakukan.

APA yang kau punya, dapat disedekahkan.

Hari yang baik ini, marilah kita bersedekah.