Peserta Ujian Semester-an Mengisi Lembar Jawaban

Suasana keseriusan dan penuh khidmat di kelas ruang ujian pada Ujian Semester Ganjil Tahun 2016.

Para Teachers Ceria dan Semangat dalam Membimbing Belajar

Para Teachers siap memberikan arahan, bimbingan pembelajaran kapan dan dimanapun, di kelas maupun di jam pelajaran.

Apresiasi Peserta Didik dalam Pembelajaran di Ruang Kelas Bersama Teachers

Anak didik tidak merasakan lelah, kebosanan dengan metode pembelajaran yang Active Learning dari para Teacher berpengalaman.

Pendampingan Siswa/i dalam Kegiatan Pembelajaran

Pendampingan terhadap anak didik yang diberikan Teachers merupakan kunci sukses dalam pembelajaran di BIC.

Keharmonisan Para Teacher dengan Sesama Tenaga Pendidik

Menjaga solidaritas dan harmonisasi sesama Tenaga Pendidik sangat memungkinkan berefek baik pada Peserta Didik.

Jumat, 26 Mei 2017

Kisah Ar-Rabi’ah bin Farrukh

Dikisahkan di zaman tabi'in ada seorang yang meninggalkan keluarganya berpuluh tahun lamanya. Ia pergi untuk berjihad fi sabilillah. Suatu ketika ia kembali dari medan jihadnya menuju Madinah. Lelaki berumur enam puluh tahun itu memasuki rumahnya di Madinah. Nyaris tak mengenali lagi rumah yang pernah ditinggalinya itu. Ia menemukan rumah itu, saat menyusuri jalan-jalan di kota Madinah, yang sudah ramai.
Rumahnya yang sangat sederhana itu, pintunya agak terbuka, dan nampak lengang. Lelaki itu meninggalkan rumahnya, tiga puluh tahun lalu, dan waktu itu isterinya masih belia, dan menjelang melahirkan anak pertamanya.

Lelaki tua itu meninggalkan Madinah pergi berjihad ke negeri yang sangat jauh. Ia berangkat bersama pasukan muslimin. Membuka Bukhara dan Samarkand, dan sekitarnya, yang terletak di Asia Tengah.

Begitu jauh perjalanan jihad bersama pasukan muslimin, mengarungi samudera padang pasir, menembus perjalanan beribu-ribu mil dari kota Madinah. Sungguh sangat luar biasa para mujahidin itu. Kepergiannya dengan tekad dan tawakal kepada Alloh Azza wa Jalla.

Menjelang Isya’ dengan kuda yang ditungganginya itu, prajurit tua itu, memasuki kota Madinah, yang masih ramai, dan melihat kehidupan yang tidak berubah, sesudah ditinggalkannya selama tiga puluh tahun.
Namun, ingatannya yang tajam, akhirnya lelaki tua itu, menemukan rumahnya kembali, yang masih tampak sederhana, dan didapati pintunya sedikit terbuka.
Kegembiraan menggelayut, dan merasa yakin bertemu dengan kembali dengan isterinya yang lama ditinggalkan itu.

Si penghuni rumah melihat ada orang yang masuk rumahnya, maka lelaki yang ada di atas, langsung melompat, dan turun sambil membentak lelaki tua yang datang itu, “Engkau berani memasuki rumah dan menodai kehormatanku malam-malam, wahai musuh Alloh?”.

Si penghuni rumah mencengkeram leher lelaki tua, seraya mengatakan,
“Wahai musuh Alloh, demi Alloh aku takkan melepaskanmu kecuali di muka hakim”, sergahnya.

Lelaki tua yang baru datang itu berkata,
“Aku bukan musuh Alloh dan bukan penjahat.
Ini rumah milikku, kudapati pintunya terbuka lalu aku masuk”.
Lelaki tua itu melanjutkan,
“Wahai saudara-saudara, dengarkanlah.
Rumah ini milikku, kubeli dengan uangku.
Wahai kaum, aku adalah Farrukh.

Tiadakah seorang tetangga yang masih mengenali Farrukh yang tiga puluh tahun lalu pergi berjihad fi sabilillah?”

Bersamaan itu, ibu si empunya rumah yang sedang tidur itu bangun oleh keributan, lalu menengok dari jendela atas dan melihat suaminya sedang bergulat dengan darah dagingnya sendiri.

Lidahnya nyaris tak berucap. Dengan nada yang kuat ia berseru,
“Lepaskan .. lepaskan dia, Rabiah … lepaskan dia, putraku, dia adalah ayahmu .. dia ayahmu …

Saudara-saudara sekalian tinggalkan mereka, semoga Alloh memberkahi kalian. Tenanglah, Abu Abdirrahman, dia putramu .. dua putramu .. jantung hatimu …

Lalu, Ar-Rabi’ah mencium tangan ayahnya.
Orang-orang meninggalkan keduanya.
Setelah itu, isterinya Ummu Rabi’ah menyambut suaminya dan memberi salam.

Ummu Rabi’ah tak mengira bahwa ia akan bertemu kembali dengan suaminya yang pergi berjihad selama tiga puluh tahun itu.
Saat-saat bahagia antara Farrukh dengan Ummu Rabi’ah, terkadang duduk berdua, sambil bercerita keduanya selama berpisah tiga puluh tahun. Mereka mendapatkan kebahagiaan kembali, keduanya dapat bertemu, meskipun sekarang suaminya telah berumur enam puluh tahun.

Namun, saat itu muncul kekawatiran dari Ummu Rabi’ah tentang uang yang pernah dititipkan oleh suaminya dahulu, dan ia harus menjaganya.
Karena uang yang dititipkan suaminya itu, habis untuk membiayai pendidikan putranya senilai 30.000 dinar. “Percayakah Farrukh bahwa pendidikan putranya itu menghabiskan 30.000 dinar”, gumam Ummu Rabi’ah.
Selagi pikirannya mengelayut itu, tiba-tiba Farrukh, yang duduk disampingnya itu berkata,
“Aku membawa uang 4.000 dinar.
Ambillah uang yang aku titipkan kepadamu dahulu. Kita kumpulkan lalu kita belikan kebun atau rumah, dan akan kita ambil sewanya”,
ucap Farrukh kepada Ummu Rabi’ah.
Pembicaraan terputus saat adzan datang.

Farrukh bergegas menuju masjid, seraya menanyakan,
“Mana Ar-Rabi’ah?’
Isterinya menjawab,
“Dia sudah lebih dahulu berangkat ke masjid.
Saya kira engkau akan tertinggal sholat berjama’ah”.
Dia segera sholat, dan sesudah itu pergi ke Rhaudah mutharah, berdo’a di dekat makam Rasululloh, karena betapa rindunya dia dengan Rasululloh.

Saat mau meninggalkan masjid, begitu ramai orang yang sedang mengelilingi seorang ulama, yang belum pernah melihat sebelumnya. Mereka duduk melingkari Sheikh itu. Sampai tak ada tempat yang kosong untuk dapat berjalan.

Farrukh mengamati, ternyata orang-orang yang hadir, ada yang sudah lanjut usia, anak-anak muda, mereka semua duduk sambil menghamparkan lututnya.
Semuanya menghadapkan pandangan kepada Sheikh.
Farrukh itu berusaha melihat wajah Sheikh yang luar biasa itu, tetapi tak dapat, karena begitu banyaknya orang yang mengelilinginya.

Sampai saat majelis itu usai. Orang-orang meninggalkan masjid. Kemudian di tengah-tengah suasana yang sudah mulai sepi itu Farrukh bertanya kepada salah seorang yang masih tinggal di masjid itu.

Farrukh:
“Siapakah Sheikh yang baru saja berceramah itu?”

Fulan:
“Apakah anda bukan penduduk Madinah?”

Farrukh:
“Saya penduduk Madinah”.

Fulan:
“Masih adakah di Madinah ini orang yang tak mengenal Sheikh yang memberikan ceramah itu?”

Farrukh:
“Maaf, saya benar-benar tidak tahu, karena saya sudah meninggalkan kota ini sejak 30 tahun yang lalu, dan baru kemarin tiba”

Fulan:
“Tidak apa. Duduklah sejenak, saya akan menjelaskannya. Sheikh yang anda dengarkan ceramahnya itu adalah seorang tokoh tabi’in. Termasuk diantara ulama yang paling terpandang, dialah ahli hadist di Madinah, fuqaha dan imam kami, meksipun masih sangat muda”.

Majelisnya dihadiri oleh Malik bin Anas, Abu Hanifah, An-Nu’man, Yahya bin Sa’id Al-Anshari, Sufyan Tsauri, Abdurrahman bin Amru Al-Auza’I, Laits bin Sa’id dan lainnya”.

Farrukh:
“Tetapi anda belum menyebutkan namanya?”

Fulan:
“Namanya adalah Ar-Rabi’ah Ar-Ra’yi”.

Farrukh:
“Namanya Ar-Rabi’ah Ar-Ra’yi?”

Fulan:
“Nama aslinya Ar-Rabi’ah, tetapi para ulama dan pemuka Madinah biasa memanggilnya Ar-Rabi’ah Ar-Ra’yi. Karena setiap menjumpai kesulitan tentang nash dari Kitabulloh yang tidak jelas, mereka selalu bertanya kepadanya”.

Farrukh:
“Anda belum menyebutkan nasabnya?”

Fulan:
“Dia adalah Ar-Rabi’ah putra Farrukh yang memiliki kunyah (julukan) Abu Abdurrahman. Tak lama dilahirkan setelah ayahnya meninggalkan Madinah sebagai mujahid fi sabilillah, lalu ibunya memelihara dan mendidiknya. Tetapi sebelum shalat tadi orang-orang ramai mengatakan ayahnya telah datang kemarin malam.”
Tiba-tiba meleleh air mata Farrukh, tanpa lawan bicaranya mengerti mengapa Farrukh melelehkan air matanya.

Sesampai di rumah isterinya Ummu Rabi’ah melihat suaminya meneteskan air matanya, dan bertanya kepada suaminya,
isterinya :
“Ada apa wahai Abu Abdirrahman?”
Suaminya menjawab :
“Tidak ada apa-apa. Aku melihat putraku berada dalam kedudukan itu dan kehormatan yang tinggi, yang tidak kulihat pada orang lain”, tukasnya.

Di ujung kehidupan itu, Ummu Rabi’ah bertanya kepada suaminya,
“Menurutmu manakah yang lebih engkau sukai, uang 30.000 dinar, atau ilmu dan kehormatan yang telah dicapai putramu?”.
Farrukh menjawab :
“Demi Alloh, bahkan ini lebih aku sukai dari pada dunia dan seisinya”, ucapnya.

Begitulah kisah generasi Tabi’in yang penuh kemuliaan, dan peranan seorang ibu yang ditinggal oleh suaminya berjihad ke negeri yang sangat jauh, selama tiga puluh tahun, dan dapat mendidik putranya menjadi seorang ulama besar dan memiliki ilmu dan kehormatan yaitu Ar-Rabi’ah bin Farrukh.

Sabtu, 20 Mei 2017

Pantun Sunda Rek Puasa Ramadhan

Ngakeul ketan diadonan
Diadukeun sareng santen
Sateuacan romadonan
Rék nyuhunkeun dihapunten

Ngali cikur tong dirabut
Ngala dadap bet diceumpal
Ti luhur sausap rambut
Tihandap sausap dampal

Daun boros nanceb ngareuy
Daun ganyol dialaan
Rumaos sok resep heureuy
Sok banyol kamalinaan

Saninten buah saninten
Ngaleuya loba cupatan
Hapunten hatur hapunten
Samudaya kalepatan.

Kamis, 18 Mei 2017

TRIK KHATAM AL QUR'AN DI BULAN RHOMADHON

Mengkhatamkan al-Qur'an di bulan Ramadhan merupakan dambaan setiap kaum Muslimin.

Inilah triks paling jitu dan ringan untuk dilaksanakan.

Selamat mencoba:

♻ UNTUK (1) KALI KHATAM, JUMLAH YG DIBACA :

1. Shalat Subuh     2 lembar
2. Shalat Zhuhur   2 lembar
3. Shalat 'Ashar     2 lembar
4. Shalat Maghrib 2 lembar
5. Shalat 'Isya       2 lembar

♻ UNTUK (2) KALI KHATAM :

1. Shalat Subuh    4 lembar
2. Shalat Zhuhur   4 lembar
3. Shalat 'Ashar     4 lembar
4. Shalat Maghrib 4 lembar
5. Shalat 'Isya        4 lembar

♻ UNTUK (3) KALI KHATAM :

1. Shalat Subuh    6 lembar
2. Shalat Zhuhur  6 lembar
3. Shalat 'Ashar     6 lembar
4. Shalat Maghrib 6 lembar
5. Shalat 'Isya   6 lembar

Inilah beberapa triks mudah mengkhatamkan al-Qur'an.

Senin, 20 Maret 2017

راقت لي فأهديتها لكم

✍ الغزالي:
رأيت رجلا بالبادية له من العمر 120سنة
فسألته عن هذا النشاط في مثل هذا العمر ؟

فقال  تركت الحسد فبقي الجسد.

تستحق التأمل
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
.. لو أننا نعلم ما يُقال عنّا في غيابنا  لما ابتسمنا في وجوه الكثير من الناس!!
( حقيقة)
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
.. سئل حكيم لما السماء صافية ؟ فابتسم وقال: لأن البشر لا يعيشون فيها !!
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
.. قليل من الماء ينقذك وكثير من الماء قد يغرقك !!
فتعلم دائما ان تكتفي بما تملك.
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
.. كي تنجح في الحياة تحتاج أمرين :
✨الثقة
✨والتجاهل
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
.. الغباء نقص ، والتغابي كمال ، والغفلة ضياع ، والتغافل حكمة !
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
.. الضيقه المجهولة ؟؟؟؟؟
لربما هي ذنوب تطلب منك
استغفارا ..
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
..  ﺍﻟﻘُﺮﺁﻥْ ؛
ﺭَﺋﺘﻚْ ﺍﻟﺜَﺎﻟﺜَﺔ ؛ ﺣِﻴﻦَ ﺗَﺨﺘﻨَﻖ ﻣَﻦ ﺩُﺧَﺎﻥ ﺍﻟﺤَﻴﺎﺓّ
ﻓﻬﻮ : ﻳﻨﻔﻊ ، ﻳﺸﻔﻊ ، ﻭﻳﺮﻓﻊ
ﻻ تهجروه ♥
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
.. الصلاة ..
تجعل الانسان أكثر تحكما في انفعالاته ، قال تعالى : ﴿خلق الانسان هلوعا إذا مسه الشر جزوعا وإذا مسه الخير منوعا إلا المصلين﴾
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
.. دائماً الحاسد يراك مغروراً؛ والمحب يراك رائعاً !
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
.. لا تتألم إذا أنكر احدهم فضلك عليه!
فـأضواء الشوارع تُنسى في النهار !!
          ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
.. ما من صلاة واحدة على النبي وآله ﷺ
ترتفع للسماء إلا وتهطل بـ عشرة !
فعجباً لمن يبخل على نفسه !!
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
.. سقطت شجرة فسمع الكل صوت سقوطها!
بينما تنمو غابة كاملة ولا يسمع لها أي ضجيج!
فالناس لا يلتفتون لتميزك بل لسقوطك!
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
.. بعض المنعطفات قاسية!
لكنّها إجبارية لمواصلة الطريق !!
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
.. تعلموا كيف تهدون النور لمن حولكم وإن كانت خفاياكم حالكة جداً !
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
.. الذي يجلب النحس دائما ليس الحظ !! إنما الذنوب المتراكمة والتي نسينا معظمها !!
[إن المعاصي تزيل النعم]
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
الزواج
"أبسط مثال "
ﻓﻲ صدر الاسلام ﺳﻬﻠﻮا ﺍﻟﺤﻼﻝ ﻓﺄﺻﺒﺢ ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ ﺻﻌبا ...
وﻓﻲ ﺯﻣﻨﻨﺎ هذا ﺻﻌﺒﻮا ﺍﻟﺤﻼﻝ فأصبح ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ سهلا ...

حقيقة ♡
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
ﺗﻘﺪﻡ ﺷﺎﺏ ﻓﻘﻴﺮ ﻟﺨﻄﺒﺔ ﻓﺘﺎﺓ
ﻓﻠﻢ ﻳﻮﺍﻓﻘﻮﺍ عليه !
ﺛﻢ ﺗﻘﺪﻡ ﺷﺎﺏ ﻏﻨﻲّ ﻭلكنه ﻓﺎﺳﻖ فواﻓﻘﻮﺍ .. ﻭﻗﺎﻟﻮﺍ ﺳﻴﮭديه ﺍلله !!!
ﻟِﻤّﺎﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻘﻮﻟﻮﺍ ﻋﻦ الأﻭﻝ ﺳَﻴﺮﺯقه ﺍلله ..
ﺃﻟﻴﺲ ﺍﻟﮭﺎﺩﻱّ ﻫﻮ نفسه ﺍﻟﺮﺍﺯﻕ ؟
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
للتأمل فقط !
نبحث في جيوبنا عن أقل فئات النقود كي نتصدق بها ، ثم نسأل الله أن يرزقنا الفردوس الأعلى ، ما أقل عطايانا ، وما أعظم مطلوبنا !
         ~✿❁࿐❁✿~

✍ الغزالي:
طبتم .. حيث .. كنتم
ثلاث أدعية أذكروهم في سجودكم:
- اللهم إني اسألك حسن الخاتمة،
- اللهم ارزقني توبةً نصوحة قبل الموت
- اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك"
         ~✿❁࿐❁✿~

إذا نويت نشر هذا الكلام
إنوِي بها خيرا لعل الله يفرج لك بها كربة من كرب الدنيا والآخرة
وتذكر :
إفعل الخير مهما استصغرته فلا تدري أي حسنة تدخلك الجنة ..
لذا
فلا تحتفظ بها بل أرسلها واحتسبها صدقة جارية لك ولوالديك.

اللهم اجعلها صدقة جارية لي ولوالدي

Kamis, 09 Maret 2017

Islam itu didirikan atas lima perkara

Rasulullah Nabi saw. bersabda, "Islam itu didirikan atas lima perkara.

"Iman itu adalah ucapan dan perbuatan. Ia dapat bertambah dan dapat pula berkurang".

Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)" (al-Fath: 4),

"Kami tambahkan kepada mereka petunjuk."(al-Kahfi: 13),
"Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk." (Maryam: 76),

"Orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya" (Muhammad: 17),

"Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya" (al-Muddatstsir: 31),

"Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini? Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya." (at-Taubah: 124),

"Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, maka perkataan itu menambah keimanan mereka." (Ali Imran: 173), dan

"Yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan (kepada Allah)." (al-Ahzab: 22)

Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah adalah sebagian dari keimanan.

Rabu, 08 Maret 2017

المبحث الاول في الامر #3

ويتعلق باصول الفقه مباحث
﴿ المبحث الاول في الامر ﴾

وهو طلب الفعل من الأعلي الي الادني

فيه قواعد :

۱. الاصل فى الامر للوجوب الا ما دل الدليل علي خلافه قال تعالى واقيموا الصلاة واتوا الزكاة.وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ .الاية

٢. الاصل فى الامر لا يقتضى التكرار الا ما دل الدليل علي خلافه قال تعالى وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

٣. الاصل فى الامر لا يقتضى الفور. لان الغرض منه ايجاد الفعل من غير اختصاص بالزمن الاول دون الزمن الثاني.

٤. الامر بالشيء امر بوسايله. الامر بالصلاة امر بالطهارة.

٥. الامر بالشيء نهي عن ضده. قال الله تعالى وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

٦. اذا فُعِل المأمور به على وجهه يخرج المأمور عن عهدة الامر. فاذا عدم الشخص الماء فتيمم فصلي خرج عن عهدة الامر. فلا قضاء عليه اذا وجد الماء.

الأحكام #2

الأحكام
الأحكام تسعة : الواجب والمندوب والمباح والحرام والمكروه والصحيح والباطل والرخصة والعزيمة.

فالواجب : مايثاب على فعله ويعاقب على تركه . كالصلوات الخمس وصوم رمضان.

المندوب : مايثاب على فعله ولايعاقب على تركه . كتحية المسجد.

الحرام : مايثاب على تركه ويعاقب على فعله . كالربا وفعل المفسدة

المكروه : مايثاب على تركه ولايعاقب على فعله . كتقديم اليسرى على اليمنى فى الوضوء

المباح : ما لا يثاب على فعله ولايعاقب على تركه . كالنوم فى النهار.

الصحيح : ما يجتمع فيه الركن والشرط

الباطل : ما لا يجتمع فيه الركن والشرط

الركن : ما يتوقف عليه صحة الشيء وكان جزأ منه. كغسل الوجه للوضوء وتكبيرة الاحرام للصلاة

الشرط : ما يتوقف عليه صحة الشيء وليس جزأ منه. كماء مطلق للوضوء وستر العورة للصلاة.

الرخصة : هي الحكم الذى يتغير من سعوبة الى سهولة مع قيام سبب الحكم الاصلي . كجوز الفطر للمسافر لا يجهده الصوم وأكل الميتة للمضطر

العزيمة : هي الحكم كوجوب الصلوابت الخمس وحرمة اكل الميتة لغير المضطر.